Pembelajaran matematika di sekolah dasar seharusnya tidak hanya berfokus pada penguasaan prosedur dan rumus, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Namun, kenyataannya siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep pecahan karena pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran matematika serta menganalisis pengaruhnya terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar pada materi pecahan. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar Muhammadiyah 15 Surabaya yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang diajar menggunakan model Problem Based Learning dan kelas kontrol yang diajar menggunakan model konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah dan observasi aktivitas belajar siswa. Analisis data dilakukan dengan uji t untuk mengetahui perbedaan hasil antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata skor yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi model Problem Based Learning dalam pembelajaran matematika mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna sehingga efektif dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar pada materi pecahan.
Copyrights © 2025