Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perkembangan dan keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran grammar Bahasa Inggris melalui integrasi Deep Learning, evaluasi mingguan (WISE Test), dan dokumentasi keaktifan (Anecdotal Record). Penelitian dilakukan di Politeknik Nasional Denpasar pada mata kuliah Bahasa Inggris 2 dengan materi grammar yang dianggap menantang oleh banyak mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan data kuantitatif dari kuisioner, WISE Test, dan Anecdotal Record. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ketiga elemen tersebut efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dan partisipasi aktif mahasiswa. Kuisioner menunjukkan rata-rata persepsi responden berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, terutama pada aspek motivasi belajar (rata-rata 4,22) dan keaktifan kelas (rata-rata 4,27). Evaluasi mingguan membantu mahasiswa memahami kelemahan mereka, sementara dokumentasi keaktifan mendorong partisipasi belajar yang lebih besar. Kegiatan-kegiatan praktik bahasa inggris seperti Charades dan Simon Says juga meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara Bahasa Inggris. Namun, implementasi integrasi ini memiliki kelemahan, seperti kebutuhan waktu dan usaha yang signifikan dalam persiapan dan pelaksanaannya. Contohnya, aktivitas dalam Deep Learning harus disiapkan secara matang agar sesuai dengan kemampuan dan sasaran peserta didik, sementara pencatatan Anecdotal Record memerlukan konsistensi tinggi. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan model serupa untuk mata kuliah lain guna menciptakan lingkungan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan akuntabel.
Copyrights © 2025