Konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi, namun implementasi K3 di proyek Griya Kecepak Asri, Kabupaten Batang, masih rendah dengan ditemukannya pekerja tanpa Alat Pelindung Diri (APD) dan penerapan postur kerja non-ergonomis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pekerja mengenai urgensi K3 serta prinsip ergonomi melalui metode partisipatif bertahap (multi-stage approach). Pendekatan yang digunakan meliputi observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), serta penyuluhan interaktif. Kegiatan ini melibatkan 6 partisipan yang terdiri dari 1 mandor dan 5 pekerja konstruksi. Hasil evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kognitif peserta secara signifikan mengenai standar keselamatan. Lebih lanjut, keberhasilan advokasi dibuktikan dengan perubahan perilaku dan komitmen manajemen proyek yang secara konkret menyepakati pengadaan inventaris APD, khususnya helm dan sepatu keselamatan, sebagai tindak lanjut penerapan K3 di lapangan.
Copyrights © 2026