Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan kurang relatif terhadap umur akibat kekurangan gizi berkepanjangan dan/atau infeksi berulang pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Peran keluarga sangat penting karena banyak faktor risiko stunting berakar pada perilaku keluarga dan kondisi rumah tangga, mulai dari status gizi ibu sebelum dan selama kehamilan, praktik pemberian makanan pendamping ASI, perilaku perawatan kesehatan ibu dan anak, hingga kebersihan sanitasi yang dikelola keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap dan pengetahuan ayah/calon ayah dalam pencegahan stunting melalui penerapan pendekatan keluarga di desa Lape, Sumbawa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ayah/calon ayah terhadap pencegahan stunting, sebelum diberikan edukasi sebanyak 62% peserta memiliki pengetahuan kurang, setelah diberikan edukasi peserta mengalami peningkatan pengetahuan menjadi 80%. Selain dengan meningkatannya pengetahuan dari responden, ayah/calon ayah akan menerapkan kepada keluarganya. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi dengan menggunakan pendekatan keluarga dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ayah/calon ayah dalam pencegahan stunting mendapatkan respon positif.
Copyrights © 2026