Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi koneksi antara tingkat literasi matematika dan kapabilitas berpikir kritis siswa yang terlibat dalam instruksi matematika di SMP Negeri 4 Alasa. Metodologi yang diadopsi adalah teknik deskriptif kualitatif, yang didukung oleh instrumen observasi termasuk evaluasi pra-studi, evaluasi pasca-studi, dan dialog terstruktur. Peserta penelitian mencakup 25 individu dari kelas VIII yang diseleksi berdasarkan kriteria tertentu. Analisis data mengikuti kerangka kerja Miles dan Huberman, yang mencacup penyaringan informasi, kompilasi temuan, dan perumusan kesimpulan, guna menguraikan keterkaitan antara level literasi matematika dan kompetensi berpikir kritis. Aspek-aspek yang dikaji meliputi interpretasi persoalan, formulasi rencana tindakan, eksekusi komputasi, dan tinjauan ulang atas output. Temuan studi mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan tingkat yang terbatas dalam aspek berpikir kritis, sementara fraksim minoritas berhasil mencapai level unggul. Penelitian komprehensif menunjukkan bahwa pelajar dengan tingkat literasi matematika yang superior lebih mahir dalam menentukan data krusial, menyusun pendekatan penyelesaian, serta mengevaluasi hasil akhir, sementara itu pelajar dengan literasi yang kurang memadai menghadapi tantangan dalam menguraikan premis masalah, cenderung meniru solusi yang ada, atau memberikan jawaban tanpa dasar pemikiran. Observasi ini mengindikasikan hubungan signifikan antara kecakapan literasi matematika dengan kapasitas berpikir kritis pada pelajar, sekaligus menggarisbawahi urgensi implementasi metode edukasi yang berfokus pada literasi, meliputi pemanfaatan studi kasus relevan, kolaborasi dalam kelompok, dan kegiatan evaluatif diri, guna mendukung pelajar dalam mengasah kemampuan analisis, penalaran logis, dan penilaian terhadap proses serta produk belajar mereka.
Copyrights © 2025