Keterampilan berpikir kreatif dalam matematika menjadi elemen yang krusial pada pendidikan abad ke-21 karena mendorong siswa berpikir fleksibel dan inovatif dalam memecahkan masalah. Namun, berbagai penelitian mengungkap bahwa kemampuan ini masih rendah di Indonesia, faktor penting yang berpengaruhnya yaitu self-efficacy atau keyakinan siswa pada potensi yang dimilikinya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan self-efficacy dengan kemampuan berpikir kreatif dalam matematika pada siswa. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel yang digunakan terdiri dari 38 siswa kelas X dari salah satu SMA di Garut yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Dua instrumen digunakan, yaitu angket self-efficacy dan tes uraian untuk menilai kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat tingkat self-efficacy dan kemampuan berpikir kreatif matematis, serta dianalisis secara inferensial menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori self-efficacy tingkat sedang, sementara kemampuan berpikir kreatif siswa tergolong rendah. Analisis korelasi mengungkapkan adanya hubungan positif antara keyakinan diri dan kemampuan dalam berpikir kreatif matematis. Dengan demikian, semakin meningkatnya keyakinan siswa terhadap kemampuannya, semakin baik kemampuan berpikir secara kreatif matematis yang dapat ditunjukkan. Implikasi dari penelitian ini adalah pembelajaran matematika harus mendorong peningkatan self-efficacy siswa agar potensi kreativitas mereka dapat berkembang secara maksimal.
Copyrights © 2025