Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modul pembelajaran berbasis pendekatan konstruktivis yang didukung oleh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan perangkat lunak Quizwhizzer terhadap tingkat math anxiety siswa, serta untuk menganalisis perbedaan rata-rata tingkat math anxiety siswa antara modul pembelajaran berbasis pendekatan konstruktivis dengan modul standar sekolah pada materi garis dan sudut. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group untuk mengukur pengaruh perlakuan pada dua kelompok, yaitu eksperimen sebanyak 31 siswa dan kontrol sebanyak 33 siswa. Penelitian ini dilakukan di sebuah SMP di Kota Malang pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen angket math anxiety, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data didasarkan pada hasil angket math anxiety yang diperkuat oleh temuan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai pre-test pada kelas eksperimen 67,71 dan kelas kontrol 71,67 dan post-test pada kelas eksperimen 62,21 dan kelas kontrol 69,18, dan pembahasan mengungkapkan bahwa uji Paired Sample T Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001, lebih kecil dari 0,05, serta nilai statistik uji memenuhi kriteria yang ditentukan. Hasil uji Independent Sample T Test menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,036, lebih kecil dari 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik. Hasil dari penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) Modul pembelajaran berbasis pendekatan konstruktivis yang didukung oleh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan perangkat lunak Quizwhizzer berpengaruh terhadap math anxiety siswa. (2) Rata-rata tingkat math anxiety siswa berbeda antara modul pembelajaran menggunakan pendekatan konstruktivis dengan modul dari sekolah.
Copyrights © 2025