Keamanan siber merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan Infrastruktur Informasi Vital (IIV), yaitu sekumpulan infrastruktur strategis yang berdampak signifikan apabila mengalami gangguan. National Security Operation Center (NSOC) berperan sebagai pusat operasi keamanan siber nasional yang memberikan layanan keamanan bagi IIV. Di Indonesia, IIV menghadapi tingkat kerentanan dan ancaman siber yang tinggi, sementara pengelolaan kerentanannya masih menghadapi berbagai tantangan. Saat ini, belum tersedia kerangka kerja khusus yang mengatur pelaksanaan siklus manajemen kerentanan di NSOC untuk pelindungan IIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan kerangka kerja National Security Operation Center-Vulnerability Management (NSOC-VM) yang dirancang untuk membantu NSOC dalam melakukan pengelolaan kerentanan. Kerangka kerja ini disusun dengan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) dan dilengkapi dengan rekomendasi penerapan berdasarkan beberapa standar keamanan siber. Validasi dilakukan oleh sepuluh pakar yang memiliki keahlian dalam pelindungan IIV, operasional NSOC, dan manajemen kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kerja terdiri atas empat tahapan, sepuluh aktivitas utama, dan tiga puluh lima rekomendasi implementasi. Berdasarkan validasi yang dilakukan, kerangka kerja tersebut disetujui oleh para pakar sehingga dapat diterapkan oleh NSOC dalam mendukung pelindungan IIV di Indonesia. Abstract Cybersecurity plays a pivotal role in safeguarding Critical Information Infrastructure (CII), which comprises strategic assets whose disruption could significantly impact national stability. The National Security Operation Center (NSOC) serves as Indonesia’s central entity for cybersecurity operations, providing protection and response capabilities for CII. However, CII in Indonesia continues to face high levels of cyber threats and vulnerabilities, while the implementation of comprehensive vulnerability management practices remains limited. Furthermore, a dedicated framework governing the vulnerability management lifecycle within the NSOC context has yet to be established. This study proposes the National Security Operation Center–Vulnerability Management (NSOC-VM) framework to enhance the effectiveness of vulnerability management activities at the NSOC. The framework is structured using the Plan-Do-Check-Act (PDCA) methodology and incorporates implementation recommendations aligned with recognized cybersecurity standards. Validation was carried out through expert judgment involving ten professionals with expertise in CII protection, NSOC operations, and vulnerability management. The validated framework consists of four phases, ten key activities, and thirty-five implementation recommendations. The experts confirmed the framework’s applicability and relevance, indicating its potential to support NSOC operations in strengthening CII protection in Indonesia.
Copyrights © 2025