Rendahnya literasi matematika siswa masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran matematika di SMA. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran belum sepenuhnya mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemanfaatan informasi sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan modul ajar inovatif yang mengintegrasikan pembelajaran inquiry dan literasi informasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar kelas X SMA Kyai Ageng Basyariah Madiun yang dirancang menggunakan model Inquiry Learning Based on Information Literacy (ILBIL) dan disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran Kurikulum Merdeka. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D. Namun, ruang lingkup penelitian dibatasi hanya pada tahap define, design, dan develop, tanpa melibatkan tahap disseminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat validitas modul ajar berbasis ILBIL mencapai 82,4% sehingga dinyatakan sangat layak digunakan; (2) hasil uji coba memperlihatkan respon positif dari guru dengan skor 86,9% dan dari siswa dengan skor 83,08%; serta (3) nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,3956 yang termasuk kategori sedang. Berdasarkan hasil ini, penggunaan modul ajar dengan model ILBIL terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Barisan dan Deret. Kontribusi dari penelitian ini terletak pada integrasi model ILBIL ke dalam modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka yang belum banyak diterapkan pada konteks pembelajaran matematika SMA, khususnya materi Barisan dan Deret. Penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis berupa modul ajar yang tervalidasi, mudah diimplementasikan, serta efektif dalam meningkatkan literasi matematika siswa. Temuan ini memperkuat bahwa penggabungan inquiry learning dengan literasi informasi merupakan pendekatan inovatif yang relevan untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika pada era Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025