Jurnal Riset Industri
Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI

PEMANFAATAN LIMBAH CRUSHING PLANT UNTUK PEMBUATAN PIG IRON MENGGUNAKAN HOT BLAST CUPOLA YANG DIINJEKSIKAN SERBUK ARANG KAYU

Isnugroho, Kusno ( Unit Pelaksana Balai Pengolahan Mineral Lampung LIPI)
Birawidha, David C ( Unit Pelaksana Teknis .Balai Pengolahan Mineral Lampung LIPI)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2016

Abstract

Dalam proses pengolahan bijih besi sebagai bahan baku industri peleburan logam, sering menyisakan masalahseperti limbah dari proses pengolahan. Salah satunya adalah limbah crushing plant yang berbentuk serbuk bijihbesi. Serbuk bijih besi sulit untuk diolah menjadi ingot kecuali diolah terlebih dahulu.Dalam penelitian inidilakukan usaha pemanfaatan limbah crushing plant bijih besi untuk pembuatan besi wantah (pig iron). Prosespembuatannya menggunakan hot blast cupola (HBC) furnace yang diinjeksikan serbuk arang kayu gunameningkatkan temperatur proses dan zona reduksi di dalam furnace. Proses diawali dengan proses pencuciandan pemisahan magnetik bahan baku dalam upaya peningkatan kadar besi limbah crushing plant. Prosesselanjutnya dilakukan pembuatan pellet komposit dengan ukuran partikel bahan baku -80 + 100 mesh dankomposisi bijih besi 80%, arang kayu 15%, bentonite 5%. Pellet yang dihasilkan berukuran 2,5–4 mm.Dilanjutkan dengan percobaan mereduksi pellet komposit di dalam tungku HBC. Dari hasil percobaan didapatkanpig iron dengan komposisi sebagai berikut : 93,62%Fe; 3,5%C; 1,55%Si; 0,87%Mn; 0,05%P; 0,087%S.Kata Kunci: besi wantah, pellet, injeksi, arang kayu, hot blast cupola

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

JRI

Publisher

Subject

Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year ...