Kekeringan yang terjadi secara periodik di wilayah Soe menimbulkan tekanan besar terhadap kebutuhan dan ketersediaan air baku, sehingga diperlukan strategi pengelolaan airtanah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan arah aliran airtanah melalui integrasi metode resistivitas dan pemetaan hidrogeologi. Pengukuran dilakukan menggunakan konfigurasi Schlumberger pada 14 titik sounding dengan bentangan maksimum 500 meter. Hasil pengolahan menunjukkan tiga sistem akuifer, yaitu menggantung, bebas, dan tertekan. Akuifer produktif utama terdapat pada batuan karbonat dengan nilai resistivitas 30–150 Ohmmeter, sedangkan lapisan penutup berupa napal memiliki resistivitas rendah (<10 Ohmmeter). Berdasarkan peta muka airtanah dan analisis anisotropi, aliran airtanah bergerak dari bagian utara menuju selatan daerah penelitian serta sebagian mengarah ke tenggara dan barat daya mengikuti gradien topografi. Integrasi hasil geolistrik dan hidrogeologi ini efektif untuk menentukan zona konservasi dan pemanfaatan airtanah berkelanjutan sebagai langkah mitigasi kekeringan.
Copyrights © 2025