Bendungan merupakan infrastruktur penting dalam mengatur aliran air dan membentuk waduk, serta memiliki berbagai manfaat seperti irigasi air baku, PLTA, dan pengendalian banjir. Setiap bendungan memiliki resiko mengalami deformasi akibat pembebanan struktur dan beban air, yang jika melebihi batas toleransi maka dapat menyebabkan kerusakan serius dan dalam menguranginya perlu dilakukan pemantauan untuk resiko multidisaster di Bendungan Sermo. Maka dilakukan pemantauan kesehatan bendungan untuk mendeteksi dan mengurangi kerusakan pada kondisi fisik Bendungan Sermo. Pemantauan kerusakan dilakukan menggunakan wahana UAV dalam pemotretan objek bendungan bertipe beton dengan rekonstruksi data foto udara menjadi model tiga dimensi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan algoritma SfM-MVS untuk pemodelan tiga dimensi untuk dapat dilakukan identifikasi dan pengukuran kerusakan secara visual melalui model tiga dimensi. Akurasi pada model tiga dimensi dengan metode Missing Line Measurement (MLM) menghasilkan nilai RMSE 0,052 meter dan hasil kerusakan yang terdeteksi melalui model tiga dimensi yaitu terdapat lima rembesan di hilir, satu retakan, 11 endapan, dan dua vegetasi liar serta terdapat kerusakan yang tidak terdeteksi melalui model tiga dimensi yaitu dua pengelupasan dan satu retakan. Oleh karena itu, pendekatan ini efektif untuk pemantauan fisik Bendungan Sermo karena memberikan visual objek dan dapat menjangkau area yang sulit dilalui manusia sehingga berpotensi mendukung upaya mitigasi kerusakan.
Copyrights © 2025