Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia yang menjadi landasan normatif dalam penyelenggaraan sistem demokrasi. Demokrasi Indonesia secara konseptual dikenal sebagai demokrasi Pancasila, yaitu demokrasi yang tidak hanya menekankan kedaulatan rakyat, tetapi juga berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Namun, dalam perkembangan demokrasi modern, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena erosi nilai Pancasila dalam sistem demokrasi modern Indonesia serta menganalisis tantangan ideologi bangsa di tengah perubahan zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-deskriptif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan tema demokrasi dan Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik demokrasi Indonesia cenderung mengalami pergeseran dari demokrasi berbasis nilai menuju demokrasi prosedural, yang ditandai dengan maraknya politik uang, politik identitas, polarisasi sosial, serta degradasi etika politik, khususnya di era digital. Studi kasus pemilu menunjukkan bahwa kemajuan teknologi informasi, meskipun memperluas partisipasi politik, juga berpotensi memperlemah persatuan dan nilai kebangsaan apabila tidak dibingkai oleh nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan upaya revitalisasi Pancasila melalui penguatan pendidikan nilai, literasi politik, dan etika demokrasi guna menjaga keberlanjutan demokrasi Indonesia yang berkeadaban dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Copyrights © 2025