Penelitian ini mengeksplorasi integrasi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dalam praktik budaya lokal Tudang Sipulung untuk meningkatkan pemahaman keagamaan di masyarakat Sidenreng Rappang. Tudang Sipulung, forum deliberasi tradisional Bugis, berfungsi sebagai platform untuk membahas isu-isu sosial, ekonomi, dan keagamaan. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam menyelaraskan MPI dengan tradisi budaya Tudang Sipulung, serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Pendekatan kualitatif, termasuk analisis mendalam dan observasi partisipatif, digunakan untuk meneliti bagaimana integrasi ini dapat mendorong metode pendidikan agama yang lebih inklusif, kontekstual, dan efektif. Temuan menunjukkan bahwa faktor-faktor kunci yang mendukung integrasi tersebut meliputi tradisi kebersamaan komunitas yang kuat, peran pemimpin agama dan budaya, dan keinginan masyarakat untuk memperdalam pemahaman keagamaan mereka. Tantangan yang diidentifikasi meliputi ketidaksesuaian antara sifat tradisional Tudang Sipulung dan struktur formal pendidikan Islam, serta kurangnya fasilitator yang terlatih. Studi ini mengusulkan model pendidikan partisipatif, pendekatan inklusif budaya, pembelajaran kontekstual, dan pembentukan karakter sebagai cara efektif untuk menyelaraskan MPI dengan tradisi lokal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan Islam yang lebih relevan secara kontekstual yang menggabungkan kearifan lokal dan mendorong keterlibatan keagamaan yang lebih dalam di komunitas pedesaan
Copyrights © 2025