Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana siswa di Madrasah Aliya, AL-Mukmin sebuah organisasi di dalam kompleks Pondok Pesantren Al-Mukmin, menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan pendidikan Islam. Sejak didirikan, sekolah asrama ini telah menggabungkan pengajaran modern dengan sistem Pesantren tradisional. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai Pancasila diimplementasikan secara harmonis melalui aktivitas keagamaan, pembiasaan ibadah, pembinaan karakter, kegiatan sosial, dan sistem organisasi santri. Perubahan pemahaman tokoh pendiri pesantren, terutama Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang kini menerima Pancasila sebagai dasar negara, turut memperkuat arah moderasi pendidikan di MA Al-Mukmin. Internalisasi nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan diwujudkan melalui kegiatan pesantren seperti sholat berjamaah, penghormatan simbol negara, gotong royong, musyawarah santri, serta pembiasaan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dan Pancasila tidak berjalan saling bertentangan, tetapi dapat bersatu dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, nasionalis, toleran, dan berintegritas, sehingga selaras dengan tujuan pendidikan nasional dan kebutuhan pembangunan bangsa
Copyrights © 2025