Modal sosial merupakan aset penting bagi keberlanjutan komunitas dalam menghadapi dinamika sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, namun di Kabupaten Sumbawa banyak komunitas belum mampu memanfaatkannya secara optimal karena lemahnya struktur organisasi, rendahnya koordinasi, dan terbatasnya keterampilan manajerial anggota, sehingga partisipasi sering terbatas, ketergantungan tinggi pada individu tertentu, serta efektivitas program komunitas rendah. Untuk mengatasi masalah ini, kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan menguatkan modal sosial melalui pelatihan manajemen organisasi komunitas yang berbasis prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Metode yang digunakan mengintegrasikan pendekatan partisipatif dan pengembangan kapasitas masyarakat, meliputi Participatory Rural Appraisal, Participatory Action Approach, Capacity Building, dan Community-Based Learning, dengan tahapan kegiatan meliputi koordinasi dan pemetaan kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan implementasi, monitoring dan evaluasi, serta refleksi hasil bersama komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas teknis dan sosial komunitas; peserta mampu menyusun struktur organisasi yang lebih jelas, melakukan pembagian tugas secara efektif, memimpin rapat partisipatif, dan memperkuat komunikasi internal. Modal sosial internal meningkat melalui peningkatan kepercayaan, solidaritas, dan kerja sama antaranggota, sementara modal sosial eksternal tumbuh melalui jejaring dengan pemerintah desa dan organisasi lokal lainnya. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan manajemen organisasi berbasis pendekatan partisipatif efektif dalam memperkuat modal sosial, meningkatkan kapasitas organisasi, dan membangun komunitas yang mandiri, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.
Copyrights © 2025