Lanskap pendidikan Islam anak usia dini kontemporer didominasi oleh isu-isu yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital yang masif. Fenomena ini menjadi isu sentral mengingat data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 98,2% anak usia dini (3-6 tahun) di wilayah perkotaan telah memiliki akses terhadap teknologi digital dengan penurunan efektivitas pola asuh Islami. Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi kerangka teoretis dan operasional pola asuh profetik digital sebagai strategi intervensi literasi etika digital yang solutif-spesifik. Melalui metodologi studi literatur kritis terhadap publikasi akademik dalam rentang tahun 2020-2025. Temuan kunci menunjukkan bahwa pola asuh profetik digital beroperasi melalui tiga pilar utama: (1). Hifz al-Aql (perlindungan kognisi dan tujuan etis), (2). Tazkiyah al-Nafs (pengembangan spiritual internal), dan (3). Digital Mediation (teknik praktis ko-regulasi). Implementasi pola asuh profetik digital direalisasikan melalui program psikoedukasi terstruktur bagi orang tua dan keluarga. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada penawaran model pola asuh profetik digital yang dapat memperkuat resiliensi spiritual dan etika digital anak usia dini di era disrupsi, mengisi kekosongan strategis dalam penanggulangan krisis akhlak digital kekinian.
Copyrights © 2025