Kondisi di PT. Wasaka Perkasa Jaya menunjukkan adanya permasalahan krusial terkait penentuan prioritas perbaikan alat berat. Tingginya permintaan sewa alat berat tidak sejalan dengan ketersediaan unit yang siap pakai, karena proses perbaikan yang tidak terorganisir. Saat ini, penentuan perbaikan masih dilakukan secara manual dan membingungkan para mekanik, yang mengakibatkan banyaknya unit alat berat tidak aktif dan mengganggu operasional. Untuk mengatasi masalah tersebut, metode SMART (Simple Multi-Attribute Rating Technique) diusulkan sebagai solusi efektif. Metode ini dapat menganalisis berbagai kriteria kerusakan dan membantu menentukan prioritas perbaikan secara objektif. Berdasarkan perhitungan SMART, Crane 25 Kato BP diidentifikasi sebagai prioritas utama karena memiliki nilai kerusakan tertinggi. Dengan menerapkan metode ini, diharapkan proses perbaikan menjadi lebih efisien, ketersediaan alat berat meningkat, dan operasional perusahaan berjalan lebih lancar.
Copyrights © 2025