Latar Belakang, kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan antenatal merupakan kunci dalam upaya penurunan komplikasi dan angka kematian ibu maupun bayi, terutama di daerah pesisir Sulawesi Tenggara yang memiliki tantangan geografis, sosial, dan budaya tersendiri. Tujuan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang memengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan antenatal di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara. Metode, studi ini menggunakan desain cross-sectional, melibatkan 150 ibu hamil dari beberapa desa pesisir di Kabupaten Buton dan Muna. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan wawancara mendalam, serta dianalisis menggunakan regresi logistik untuk menilai faktor dominan yang berpengaruh terhadap kepatuhan. Hasil, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang antenatal care, kemudahan akses fasilitas kesehatan, dukungan keluarga, peran aktif tenaga kesehatan, dan kemudahan transportasi merupakan faktor signifikan yang meningkatkan kepatuhan ibu hamil. Sebaliknya, pengaruh tradisi lokal yang masih kuat dan hambatan transportasi terbukti menurunkan tingkat kepatuhan. Kesimpulan, Intervensi edukasi berbasis komunitas, penguatan peran tenaga kesehatan, serta pelibatan keluarga dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan antenatal. Pendekatan budaya dan strategi inovatif sangat penting untuk mengatasi tantangan kesehatan ibu di kawasan pesisir Sulawesi Tenggara.
Copyrights © 2026