Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja operasional gudang PT PLN (Persero) UP3 Madura dengan mengidentifikasi dan mengurangi bottleneck pada alur proses menggunakan metode Theory of Constraints (TOC) dan Discrete Event Simulation (DES). Metode TOC digunakan untuk menemukan aktivitas yang menjadi kendala utama dalam sistem, sedangkan simulasi DES dengan perangkat lunak ProModel digunakan untuk mengevaluasi kinerja sistem serta menguji beberapa skenario perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas pemuatan material pada Stasiun Kerja 2 (Outbound) merupakan bottleneck utama dengan waktu baku 15,83 menit dan tingkat utilisasi sumber daya mencapai 90%. Model simulasi yang telah tervalidasi digunakan untuk menguji tiga skenario perbaikan. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa Skenario 3, yaitu perbaikan tata letak gudang (re-layout) dengan pengurangan jarak antar area sebesar 25%, menghasilkan peningkatan throughput sebesar 15,4% dan penurunan waktu siklus sebesar 23,6%. Dengan demikian, integrasi metode TOC dan DES terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi aliran material dan kinerja operasional gudang secara keseluruhan.
Copyrights © 2026