Tujuan penelitian adalah Mengidentifikasi permasalahan kelembagaan pada organisasi inti (koperasi petani swadaya) saat ini sebagai landasan perbaikan dimasa mendatang dan Menganalisis bentuk kolaborasi kemitraan dan peran antar pemangku kepentingan dalam upaya penguatan lembagaan petani swadaya. Implementasi model ini diharapan dapat menjadi sarana dalam upayanya meningkatan produktivitas, saluran kerja sama dengan organisasi inti, kesetaraan harga TBS, transaksi perdagangan serta perbaikan pendapatan. Penelitian ini diawali dengan observasi untuk mengidentifikasi kondisi empiris praktik petani Swadaya dari perspektif Pelaku Usaha, pemerintah, dan Koperasi . Hasil identifikasi masalah dianalisis untuk merancang model integrasi manajemen kebijakan Petani Swadaya untuk mencapai Membangun sinergi kelembagaan antara pemerintah desa dengan organisasi inti dalam mendukung berbagai aktivitas administrasi dan manajemen kedua belah pihak. Metode yang digunakan adalah Soft System Methodology (SSM). Data dikumpulkan melalui Fokus Group Discussion (FGD), In Depth Interview (IDI) dan survei pakar. Model Integrasi Manajemen Kebijakan Petani Swadaya sebagai sistem manajemen IT Supoort System untuk Mewujudkan Desa Mandiri Sawit yang melibatkan stakeholder dalam perencanaan, yaitu pengawasan, pembinaan dan penindakan untuk minimalisasi konflik.
Copyrights © 2024