Latar Belakang: Kesehatan prakonsepsi merupakan strategi untuk menurunkan risiko kehamilan dan meningkatkan luaran maternal-neonatal melalui skrining faktor risiko prakonsepsi.  Namun demikian pengetahuan dan layanan skrining prakonsepsi oleh kader posyandu sebagai garda terdepan layanan berbasis komunitas masih terbatas. Oleh karena itu, perlu penguatan kapasitas kader dalam skrining prakonsepsi untuk menjembatani kesenjangan layanan prakonsepsi di komunitas.Metode: Evaluasi pengabdian masyarakat ini menggunakan desain one-group pretest–posttest. Kader Posyandu aktif Desa Ciakdu Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat sebanyak 35 orang. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan menggunakan modul dan lembar ceklis. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji paired t-test.Hasil: Rerata skor pengetahuan meningkat dari 6,0857 (SD = 1,0675) pada pretest menjadi 8,2000 (SD = 1,6592) pada posttest dengan perbedaan bermakna (p < 0,001).Kesimpulan: Pelatihan skrining prakonsepsi efektif meningkatkan pengetahuan kader Posyandu. Temuan ini mengisi celah bukti terkait penguatan kapasitas kader untuk prakonsepsi di level komunitas dan mendukung integrasi skrining prakonsepsi pada layanan kesehatan primer di komunitas.
Copyrights © 2025