Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan tingkat pengetahuan wanita prakonsepsi dengan pemeriksaan triple eliminasi Asrina, A; Kurniasih, Nita Ike Dwi; Setiati, Nova Winda; Septina, Yona
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 4 No 2 (2024): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v4i02.1129

Abstract

Latar Belakang: Angka prevalensi penyakit di Indonesia masih cukup tinggi, tercatat HIV 0,39%, Sifilis 1,7% dan 2,5% untuk Hepatitis B. Hal ini menunjukkan perlunya meningkatkan program pencegahan penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke bayi dengan memberikan pengetahuan tentang pemeriksaan triple eliminasi kepada calon ibu sejak sebelum hamil.Metode: Penelitian ini merupaka penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampel sejumlah 40 wanita prakonsepsi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara Tingkat pengetahuan Wanita prakonsepsi dengan pemeriksaan triple eliminasi (p = 0.023).Kesimpulan: Pengetahuan tentang triple eliminasi sangat mempengaruhi keberhasilan pemeriksaan triple eliminasi sebagai salah satu langkah pencegahan peningkatan kejadian penyakit HIV, Sifilis dan Hepatitis.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Prakonsepsi Menggunakan Buku Saku Terhadap Pengetahuan Pasangan Usia Subur tentang Kehamilan Berisiko Asrina, Andi; Sulymbona, Nurdewi; Anggraeni, Susanti Dwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i02.855

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan berisiko dapat membahayakan ibu maupun janin bahkan meningkatkan kematian ibu dan bayi. Salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko tinggi kehamilan ibu adalah usia ibu terlalu muda (< 20 tahun), terlalu tua (> 35 tahun), terlalu sering atau terlalu dekat jarak kehamilan, serta terlalu banyak anak. Beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya angka kematian ibu dan bayi akibat kehamilan resiko tinggi antara lain rendahnya kesadaran dan pengetahuan pasangan usia subur (PUS) tentang kesehatan kehamilan dan resiko kehamilan saat masa sebelum hamil. Sehingga dibutuhkan informasi, edukasi serta promosi kesehatan yang jelas dan benar. Promosi kesehatan lebih efektif dengan bantuan media promosi, salah satu media promosi kesehatan yang efektif dalam upaya menciptakan perilaku baru adalah buku saku. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre ekperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test pada 100 pasangan usia subur, uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan PUS sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan menggunakan buku saku prakonsepsi antisipasi kehamilan berisiko (p 0.000). Kesimpulan: Buku Saku prakonsepsi efektif digunakan sebagai media edukasi kesehatan sebagai antisipasi kehamilan berisiko. Saran: : Buku saku dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media pendidikan kesehatan untuk mencegah terjadinya kehamilan berisiko.
Pengembangan media deteksi mandiri kehamilan berisiko menggunakan buku saku prakonsepsi berbasis bullet journal Asrina, Andi; Srimulyawati, Tia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1276

Abstract

Latar Belakang: Salah satu tingginya angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) diakibatkan karena kurangnya persiapan kehamilan sehingga banyak wanita yang mengalami kehamilan berisiko. Deteksi mandiri pada masa prakonsepsi dapat membantu dan mencegah terjadinya kehamilan berisiko.Metode: Penelitian ini menggunakan model pengembangan Analysis, Desaign, Develop, Implement dan Evaluate (ADDIE). Penelitian dilaksanakan di Desa Ciherang dengan jumlah sampel sebanyak 30 wanita usia subur.Hasil: Sebagian besar WUS memiliki pendidikan rendah dan pengetahuan terbatas tentang kehamilan berisiko, Desain buku disesuaikan dengan rancangan yang dibuat sesuai kesepakatan. Tahap development dilakukan validitas isi buku oleh ahli dan dinyatakan buku “Diary Prakonsepsi” layak (75%, 87%, dan 93%) untuk diimplementasikan dalam asuhan prakonsepsi (skor indeks validitas 0,75-0,93). Implementasi dan evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan (0,00) serta analisis menggunakan pertanyaan terbuka menyatakan sebagian besar responden dapat melakukan deteksi mandiri menggunakan buku saku berbasis Bullet Journal dan akan melanjutkan penggunaan buku Diary Prakonsepsi ini.Kesimpulan: Buku saku prakonsepsi "Diary Prakonsepsi" berbasis bullet journal dapat digunakan sebagai media deteksi mandiri kehamilan berisiko.
Hubungan Antara Pendidikan Ibu dan Imunisasi Bayi dengan Kejadian ISPA Asrina, A; Kurniasih, Nita Ike Dwi
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 4 No 1 (2024): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v3i1.1062

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi di dunia, dengan estimasi sekitar 13 juta kasus setiap tahun menurut WHO. Meskipun angka kejadian ISPA di Puskesmas Darma menunjukkan tren penurunan, penyakit ini masih menjadi keluhan terbanyak pada bayi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 30 ibu beserta bayinya yang mengunjungi Puskesmas Darma pada tahun 2023. Variabel independen meliputi tingkat pendidikan ibu dan status imunisasi bayi, sementara variabel dependen adalah kejadian ISPA. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Sebanyak 66,7% bayi mengalami ISPA, sementara 33,3% tidak. Sebagian besar ibu (66,7%) memiliki pendidikan tinggi, dan hanya 40% bayi menerima imunisasi lengkap. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pendidikan ibu dan kejadian ISPA (p = 0,169). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi bayi dan kejadian ISPA (p = 0,021). Imunisasi lengkap terbukti berperan dalam menurunkan kejadian ISPA pada bayi. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas meningkatkan edukasi dan kualitas layanan imunisasi untuk menekan angka kejadian ISPA di kalangan bayi.
Gambaran Pengetahuan Tentang Sadari Pada Murid Kelas XI SMA Negeri 1 Kadugede Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Kurniasih, Nita Ike Dwi; Srimulyawati, Tia; Asrina, A
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v10i2.780

Abstract

Sadari is a breast self examination which aimed at early detection of an abnormal lump in SADARI is an examination of the breast itself whose aim is to detect early the presence of abnormal lumps in the breast, detect early the presence of abnormal lumps in the breast to detect early the presence of cancer. The main indication for BSE is a diagnosis of breast cancer from the front, left and right and paying attention to whether there are lumps, changes in skin color, scaly nipples, fluid or pus discharge and blood detection. The aim of this research is to determine the description of knowledge about BSE in Class XI Students of SMA Negeri 1 Kadugede, Kadugede District, Kuningan Regency. This research uses a Descriptive Survey method which aims to see a picture of female students' knowledge about Awareness. The research population was all students of SMA Negeri 1 Kadugede in 2023. Primary data was obtained through direct interviews with all class XI students of SMA Negeri 1 Kadugede using a questionnaire. This data was analyzed univariately using a descriptive survey method which aims to obtain an overall picture of students' knowledge and attitudes towards BSE in 2023 at SMA Negri 1 Kadugede. Univariate analysis was carried out using research outcome variables. This analysis only provides the distribution and percentage of each variable. Based on research results, good knowledge in Class , Knowledge about prevention by implementing BSE is 75%
Pemanfaatan Pusat Informasi Konseling Remaja (Pik-R) Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja Kurniasih, Nita Ike Dwi; Setiati, Nova Winda; Asrina, A; Yunengsih, Aneng
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jaia.v9i1.477

Abstract

Remaja adalah individu yang sedang dalam proses berkembang menjadi lebih dewasaatau lebih mandiri. Masa remaja menghadirkan banyak masalah kesehatan, termasukmasalah fisik, biologis, mental, dan sosial. Perilaku seksual menjadi ancaman untuk masadepan remaja dan negara. Dijumpai sebanyak 5,6% remaja di Indonesia sudah melakukanseks pranikah dan di Jawa Barat sendiri sebanyak 2,40% remaja yang melakukanperilaku seks pranikah. Berdasarkan data Petugas Pencatat Nikah KUA di Kota Banjarmenunjukkan bahwa angka kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD) kurang lebih 10orang pertahunya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Pemanfaatan PusatInformasi Konseling Remaja (PIK-R) dengan perilaku seksual remaja. Jenis penelitiananalitik pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa SMKMuhammadiyah Banjar sebanyak 359 siswa. Sampel penelitian berjumlah 82 orangdengan teknik simple random sampling sebanyak 82 orang. Instrumen yang digunakanberupa kkuisoner. Analisis yang digunakan untuk kedua variabel adalah Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemanfaatan pusat informasikonseling remaja (PIK-R) dengan perilaku seksual remaja dengan p-value sebesar 0,000< Alpha 0,05. Diharapkan siswa dapat memanfaatkan PIK-R yang telah disediakansehingga dapat lebih selektif dalam menyikapi pemasalahan remaja
Pengaruh Pelvic Rocking Dengan Birthing Ball Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Setiati, Nova Winda; Kurniasih, Nita Ike Dwi; Asrina, A; Rusmiati, Dedah
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jaia.v9i1.478

Abstract

Angka Kematian Ibu menurun menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup, namun masihdi bawah target SDGs 2030. Tenaga kesehatan terlatih diperlukan untuk memberikanpelayanan yang baik. Dari studi pendahuluan di TPMB, 7 dari 10 ibu mengalami nyerisaat melahirkan, yang dapat meningkatkan morbiditas. Gerakan pelvic rocking denganbirthing ball membantu bagian terendah janin untuk segera turun ke panggul dandapat mengurangi nyeri dalam persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasipengaruh gerakan tersebut terhadap nyeri pada persalinan kala I fase aktif di TPMB BidanD Waringinsari, Langensari Kota Banjar pada tahun 2022. Desainnya quasi-eksperimentdengan kelompok kontrol. Populasi adalah semua ibu bersalin di TPMB Bidan D, dengan30 sampel yang dipilih secara purposif, 15 ibu diberi perlakuan dan 15 sebagai kontrol.Data dianalisis dengan T-Test, hasilnya menunjukkan p-value kelompok eksperimen0,001 ? Sig. 0,05, menunjukkan pengaruh pelvic rocking dengan birthing ball pada nyeripersalinan kala I fase aktif. Teknik ini sangat direkomendasikan untuk ibu bersalin dalammengurangi rasa nyeri dan meningkatkan kenyamanan
Peningkatan pengetahuan kader posyandu melalui pelatihan skrining prakonsepsi: evaluasi program pengabdian masyarakat berbasis komunitas Nurasiah, Ai; Asrina, A.; Indrayani, Indrayani
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/z13s4e26

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan prakonsepsi merupakan strategi untuk menurunkan risiko kehamilan dan meningkatkan luaran maternal-neonatal melalui skrining faktor risiko prakonsepsi.  Namun demikian pengetahuan dan layanan skrining prakonsepsi oleh kader posyandu sebagai garda terdepan layanan berbasis komunitas masih terbatas. Oleh karena itu, perlu penguatan kapasitas kader dalam skrining prakonsepsi untuk menjembatani kesenjangan layanan prakonsepsi di komunitas.Metode: Evaluasi pengabdian masyarakat ini menggunakan desain one-group pretest–posttest. Kader Posyandu aktif Desa Ciakdu Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat sebanyak 35 orang. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan menggunakan modul dan lembar ceklis. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji paired t-test.Hasil: Rerata skor pengetahuan meningkat dari 6,0857 (SD = 1,0675) pada pretest menjadi 8,2000 (SD = 1,6592) pada posttest dengan perbedaan bermakna (p < 0,001).Kesimpulan: Pelatihan skrining prakonsepsi efektif meningkatkan pengetahuan kader Posyandu. Temuan ini mengisi celah bukti terkait penguatan kapasitas kader untuk prakonsepsi di level komunitas dan mendukung integrasi skrining prakonsepsi pada layanan kesehatan primer di komunitas.
Gender-Based Preconception Screening Service Skills Training for Posyandu Cadres Nurasiah, Ai; Asrina, A; Indrayani, Indrayani; Apriliani, Lia; Nisrina, Resna Fatin; Jaziroh, Fadla Yahlil
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Number 2 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v6i2.353

Abstract

Background: Preconception services play an important role in preventing pregnancy risks and improving the health of the mother and baby. However, its utilization in rural communities is still low, including the involvement of male couples. Posyandu cadres have the potential to become drivers of preconception screening if they are equipped with gender-responsive training. Quantitative evidence of improving cadre skills through training at the village level is still limited. The purpose of this community service is to improve the ability of posyandu cadres in preconception screening services. Methods: This community service was carried out in Cikadu Village, Kuningan Regency, in August 2025 with a target of 35 Posyandu cadres. Training activities were carried out for one day, including pre-test, delivery of materials (basic concepts of preconception health, preconception risk factors, gender concepts in preconception services, effective communication, and gender-based counseling and preconception screening services), and simulation of preconception screening practices using preconception and post-test screening checklists. The media used during the training are training modules, pocket books, and leaflets. Results: The average (±SD) preconception screening skill score increased from 105.29±23.93 (pretest) to 120.69±30.60 (posttest), indicating an improvement in practical competence after training. Conclusion: Posyandu cadre training is effective in improving gender-based preconception screening skills. It is hoped that preconception services can be integrated into the regular posyandu program with the support of the health center and the husband's involvement strategy