Kemajuan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan global dan menantang peran guru Kristen dalam mengintegrasikan iman dan teknologi secara bijaksana. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep mengajar dengan hikmat sebagai panggilan spiritual yang menuntut guru Kristen untuk tetap relevan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review, dengan menganalisis berbagai sumber akademik, termasuk jurnal teologi pendidikan, buku pendidikan Kristen, dan penelitian terkait pedagogi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa mengajar dengan hikmat berarti mengintegrasikan dimensi teologis, etis, dan pedagogis dalam praktik pendidikan berbasis teknologi. Guru Kristen berhikmat tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor rohani yang menuntun peserta didik menggunakan teknologi dengan kasih Kristus. Artikel ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi guru Kristen, seperti disrupsi digital terhadap relasi personal dan bahaya ketergantungan teknologi tanpa refleksi spiritual. Ditekankan bahwa hikmat menjadi fondasi yang memampukan guru Kristen berperan sebagai teladan iman dan inovator pedagogis yang berpusat pada Kristus.
Copyrights © 2025