Background: Adolescents are a vulnerable group at risk of engaging in risky sexual behaviors such as premarital sex, which can negatively affect their reproductive health and future. Effective preventive measures are needed, one of which is counseling through a peer group approach. Purpose: To determine the effect of the deep talk counseling method through peer groups on the prevention of premarital sex among adolescents. Method: Quasi-experimental research using a one-group pre-posttest method, conducted from July to August 2025 in Bangun Sari Village, Medan. The sampling technique used total sampling with a sample size of 20 participants based on inclusion and exclusion criteria. The independent variable in this study was deep talk counseling, while the dependent variable was the prevention of premature sexual activity. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using the Paired Sample T-Test. Results: The paired t-test showed an increase in the score for preventing premature sexual activity from 55.3 ± 6.2 in the pre-test to 78.6 ± 5.8 in the post-test. P-value=0.000 (p<0.05) indicates a significant difference, thus confirming the effectiveness of the Deep Talk counseling intervention by the Peer Group. Conclusion: The success of this method can be attributed to the role of peer discussion in creating a comfortable atmosphere, mutual trust, and facilitating the internalization of positive values. The peer group-based Deep Talk method is recommended as an effective educational strategy in efforts to prevent promiscuity among adolescents. Keywords: Deep Talk; Peer Group; Sex; Teenagers. Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok rentan yang berisiko terlibat dalam perilaku seksual berisiko seperti hubungan seksual pranikah yang dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan masa depan mereka. Diperlukan langkah-langkah pencegahan yang efektif, salah satunya adalah konseling melalui pendekatan kelompok sebaya. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas metode konseling deep talk oleh kelompok peer group pencegahan seks bebas pada remaja. Metode: Penelitian quasy-experimental dengan metode one group pre-posttest, dilaksanakan pada bulan Juli -Agustus 2025 di Desa Bangun Sari, Medan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 partisipan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah konseling deep talk, sedangkan variabel dependen adalah pencegahan seks bebas. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan paired sample t-test. Hasil: Uji paired t-test menunjukkan peningkatan skor pencegahan seks bebas dari 55.3 ± 6.2 pada pre-test menjadi 78.6 ± 5.8 pada post-test. P-value=0.000 (p<0.05) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, sehingga intervensi konseling Deep Talk oleh Peer Group dinyatakan efektif. Simpulan: Peran diskusi sebaya yang menciptakan suasana nyaman, saling percaya, dan mempermudah internalisasi nilai-nilai positif. Metode deep talk berbasis peer group direkomendasikan sebagai strategi edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan seks bebas pada remaja. Kata Kunci: Deep Talk; Peer Group; Remaja; Seks.
Copyrights © 2025