Masih banyak guru IPA di MI yang hanya mengajarkan sains selaku kumpulan konsep tanpa mengaitkan dengan nilai-nilai keislaman, seperti tauhid, amanah, atau tanggung jawab selaku khalifah di bumi. Sehingga perlu adanya kajian dari berbagai perpektif, yaitu guru, kepala sekolah, dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis hambatan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam pada pembelajaran IPA, kendala kepala sekolah dalam mendukung integrase nilai-nilai Islam pada pembelajaran IPA, dan pendapat siswa terhadap penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif studi kasus. Peneliti menemukan hambatan yang dialami guru adalah kurangnya pemahaman konsep integrase, keterbatasan waktu dan beban administrasi, dan kurangnya contoh model RPP integrative yang menjadi referensi guru dalam membuat RPP. Sedangkan hambatan yang dialami oleh kepala sekolah adalah minimnya pelatihan untuk guru terkait integrase nilai islam, fokus kebijakan lebih pada pencapaian akademik, dan kendala supervisi dan monitoring nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran. Siswa menganggap Islam dan IPA adalah dua ilmu yang berbeda dan terpisah. Islam mengajarkan untuk menjadi anak baik, dan IPA mengajarkan untuk menjadi pinter. Menurut siswa, guru sangat berperan dalam menanamkan nilai ke diri mereka, dengan memberi contoh, mengajarkan ilmu, dan memberikan motivasi.
Copyrights © 2026