Tikus merupakan vektor penting dalam penyebaran penyakit zoonosis, salah satunya leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira spp. Pelabuhan sebagai area lalu lintas manusia dan barang sangat berisiko menjadi tempat berkembangbiaknya tikus dan penyebaran penyakit. Survei ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan tikus serta mendeteksi keberadaan Leptospira pada ginjal tikus di wilayah Pelabuhan Tanjung Balai Karimun. Survei dilakukan pada 16–20 Juni 2025 dengan pemasangan 100 perangkap di berbagai titik strategis pelabuhan. Tikus yang tertangkap diidentifikasi secara morfologi, dan ginjalnya diperiksa menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi keberadaan Leptospira. Pemeriksaan laboratorium dilakukan di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjungpinang pada 24–26 Juni 2025. Sebanyak 14 ekor tikus berhasil ditangkap dengan success trap sebesar 14%, melebihi ambang baku mutu kesehatan lingkungan (<1%). Identifikasi spesies menunjukkan dominasi Rattus rattus (78,6%) dan Rattus norvegicus (21,4%). Pemeriksaan PCR terhadap 14 ginjal tikus menunjukkan seluruhnya negatif terhadap infeksi Leptospira. Tidak ditemukan infeksi Leptospira pada tikus yang ditangkap, tingkat kepadatan tikus yang tinggi menunjukkan risiko lingkungan yang signifikan. Keberadaan tikus tetap menjadi ancaman terhadap kesehatan masyarakat pelabuhan. Diperlukan pengendalian vektor secara sistematis serta peningkatan sanitasi lingkungan sebagai upaya preventif
Copyrights © 2025