Kebijakan pemerintah Indonesia untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% pada tahun 2025 berdampak langsung terhadap harga barang dan jasa, termasuk produk elektronik premium. Kenaikan ini berpotensi menurunkan daya beli, memengaruhi keputusan pembelian, serta menguji loyalitas konsumen terhadap merek tertentu. Untuk menganalisis pengaruh kenaikan PPN terhadap keputusan pembelian dan loyalitas konsumen terhadap produk elektronik premium, serta mengidentifikasi strategi adaptif bagi produsen dan pembuat kebijakan dalam merespons dampak kebijakan fiskal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan desain explanatory sequential. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 250 konsumen produk elektronik premium, sedangkan tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dengan konsumen, akademisi, dan pembuat kebijakan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa PPN berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dan loyalitas konsumen. Temuan kualitatif mengungkap bahwa sebagian konsumen menunda pembelian atau beralih ke merek alternatif, sementara yang lain tetap membeli produk premium karena kebutuhan esensial. Kualitas produk dan citra merek ditemukan lebih berpengaruh dibandingkan harga dalam membentuk loyalitas konsumen. Kenaikan PPN menurunkan keputusan pembelian dan loyalitas konsumen terhadap produk elektronik premium, meskipun pengaruhnya relatif kecil. Temuan ini memberikan wawasan strategis bagi produsen dalam merumuskan strategi pemasaran adaptif serta bagi pemerintah dalam merancang kebijakan fiskal yang mempertimbangkan daya beli konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menyoroti dampak kenaikan PPN terhadap perilaku konsumen di segmen produk elektronik premium di Indonesia melalui pendekatan metode campuran.
Copyrights © 2025