Kajian empiris ini bertujuan untuk menganalisis dampak indikator makro ekonomi yang diukur oleh pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan IPM terhadap daya saing tenaga kerja yang diukur oleh TPAK, tingkat pengangguran, dan produktivitas tenaga kerja di Provinsi NTB. Serta untuk menganalisis peran upah minimum regional (UMR) yang memoderasi (memperkuat atau memperlemah) dampak indikator makro ekonomi yang diukur oleh pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan IPM terhadap daya saing tenaga kerja yang diukur oleh TPAK, tingkat pengangguran, dan produktivitas tenaga kerja di Provinsi NTB. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif, lokasi penelitian di Provinsi NTB, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dalam bentuk data tahunan, selama periode tahun 2010-2024. Model yang dinakan untuk menganalisis adalah model regresi moderating (Moderated Regression Analysis [MRA]). Temuan hasil penelitian disimpulkan bahwa hipotesis moderasi UMR adalah ditolak (tidak terbukti). UMR tidak memperkuat maupun memperlemah pengaruh variabel makroekonomi terhadap produktivitas tenaga kerja. Kompleksitas hubungan masih terdapat, akan tetapi tidak dapat diidentifikasi dengan jelas dalam model analsis. Pertumbuhan ekonomi adalah variabel penting agar tetap fokus pada kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan
Copyrights © 2025