ABSTRACT Tuberculosis (TB) is an infectious disease that has an impact on the physical, psychological, and social health of sufferers, including children. The success of TB treatment in children aged 1-5 years is highly dependent on compliance in taking Anti-Tuberculosis Drugs (OAT), but this compliance is still a challenge in long-term treatment. To analyze the factors that influence medication adherence in children aged 1-5 years with TB undergoing OAT pulmonary therapy at RSUD Tamansari. In this study, the design used was a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach with 40 respondents. The sample used was parents of toddler patients aged 1-5 years with a diagnosis of Pulmonary TB who were undergoing an OAT treatment program at RSUD Tamansari. Data collection using a questionnaire instrument and analyzed using the chi-square test. The calculation of the number of samples can be done using the statistical method using the Slovin formula. The statistical test method uses univariate and bivariate tests. The results of this study indicate that pulmonary tuberculosis patients have medication adherence with the knowledge variable of 25 respondents (62.5%) having good knowledge. The results of the statistical test show a value of ρ = 0.00 so that Ha is accepted and H0 is rejected, which means that there is a significant relationship between the level of parental knowledge and adherence in taking OAT. A total of 26 respondents (65%) have supportive family support. The results of the statistical test showed a value of ρ = 0.019, so Ha was accepted and H0 was rejected, which means there is a significant relationship between family support and compliance in taking, as many as 25 respondents (62.5%) considered access to services easily accessible. The results of the statistical test showed a value of ρ = 0.035, so Ha was accepted and H0 was rejected, which means there is a significant relationship between access to health services and compliance in taking OAT. As many as 26 respondents (65%) said the role of health workers was good. The results of the statistical test showed a value of ρ = 0.019 so Ha was accepted and H0 was rejected, which means there is a significant relationship between the role of health workers and compliance in taking OAT. In this study, no relationship was found between the variables of age, gender, and parental education on compliance in taking OAT medication in children aged 1-5 years at Tamansari Hospital. From the results of the research that has been carried out, it is known that there is an influence of the relationship between parental knowledge, family support, access to health services, and the role of health workers with compliance with taking lung medication at Tamansari Hospital. Keywords: Factors of Compliance with Taking OAT Medication, Childhood Tuberculosis.ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan kehidupan sosial penderitanya, termasuk anak-anak. Keberhasilan pengobatan TB pada anak usia 1-5 tahun sangat bergantung pada kepatuhan dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT), namun kepatuhan ini masih menjadi tantangan dalam pengobatan jangka panjang. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada anak usia 1-5 tahun dengan TB yang menjalani terapi pengobatan paru OAT di RSUD Tamansari. Dalam penelitian ini desain yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan 40 responden.. Sampel yang digunakan adalah Orangtua pasien balita usia anak 1-5 tahun dengan diagnosa TB Paru yang sedang mendapatkan program pengobatan OAT di RSUD Tamansari. Pengumpulan data dengan instrumen kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Penghitungan jumlah sampel bisa dilakukan dengan metode statistik menggunakan formula Slovin. Metode uji statistik menggunakan uji univariat dan uji bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita tuberkulosis paru memiliki kepatuhan minum obat dengan variabel pengetahuan sebanyak 25 responden (62,5%) memiliki pengetahuan yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,00 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan dalam minum OAT. Sebanyak 26 responden (65%) memiliki dukungan keluarga yang mendukung. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,019, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berartiterdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan dalam minum, sebanyak 25 responden(62.5%) menilai akses pelayanan dengan mudah dijangkau. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,035, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan dalam minum OAT. Sebanyak 26 responden (65%) mengatakan peran petugas kesehatan baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,019 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan dalam minum OAT. Pada penelitian ini, tidak ditemukan hubungan antara variabel usia, jenis kelamin, dan pendidikan orangtua terhadap kepatuhan minum obat OAT pada anak usia 1-5 tahun di RSUD Tamansari. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan diketahui adanya pengaruh hubungan pengetahuan orangtua, hubungan dukungan keluarga, hubungan akses pelayanan kesehatan, dan hubungan peran petugas kesehatan dengan Kepatuhan minum obat paru di RSUD Tamansari Kata Kunci: Faktor-Faktor Kepatuhan Minum Obat OAT, Tuberkulosis Anak.
Copyrights © 2026