Risdiana, Rani
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh promosi kesehatan terhadap perilaku personal hygiene pada anak usia sekolah kelas 4-5 SD Islam RPI Kuningan Rahayu, Suciyani Pangestuti; Risdiana, Rani
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i01.1018

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan kesehatan anak usia sekolah sangat beragam, salah satu penyebabnya berkaitan dengan kebersihan diri dan lingkungan sekitar, mulai dari perilaku dasar seperti menyikat gigi yang tidak benar, mencuci tangan tanpa sabun, mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan bergizi serta penelantaran. Kebersihan pribadi Kebersihan diri yang buruk juga sering menimbulkan penyakit pada anak usia sekolah, yang sebenarnya erat kaitannya dengan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.Metode: Jenis penelitian penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan menggunakan single-group pretest-posttest design. Metode analisis statistik yang digunakan adalah uji T berpasangan.Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Paired Samples diperoleh nilai P value sebesar 0,000 < 0,05.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan berpengaruh terhadap perilaku personal higiene pada anak kelas 4-5 SD Islam RPI Kuningan.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi terhadap Perilaku Seksual Remaja Mahmud, Dea Octaviani; Risdiana, Rani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.10912

Abstract

ABSTRACT Reproductive health is a state of complete physical, mental and social well-being and not only free from disease or disability, but also in everything related to the reproductive system and its functions and processes. The purpose of conducting this study was to determine the effect of reproductive health education on sexual behavior in adolescents at Smk Bisnis Dan Tekonologi Bekasi. Data collection by distributing questionnaire sheets, this research design is descriptive with a cross sectional approach. Based on the results of Bivariate Analysis  with paired T-test with a sample of 36 respondents (N = 36) data were obtained that T-Count (23.854) > T-table (0.462) and p-Value value (0.000) < alpha value (0.05) which means based on the hypothesis that Ha was accepted and Ho was rejected, it can be concluded that there are differences in respondents' sexual behavior before and after being given health education about the reproductive system carried out in SMK Bisnis dan Teknologi Bekasi in 2023. From the results of this study, it is hoped that all adolescents of SMK Bisnis dan Teknologi Bekasi can change behavior better and stay away from negative environments.  ABSTRAK Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya bebas dari dari penyakit atau kecacatan, tetapi juga dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsi dan prosesnya.  Tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual pada remaja di Smk Bisnis Dan Tekonologi Bekasi. Pengambilan data dengan menyebarkan lembar kuesioner, desain penelitian ini adalah deskriktif dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan hasil Analisis Bivariat dengan paired T-test dengan jumlah sampel 36 responden (N=36) didapatkan data bahwa T-Hitung (23,854) > T-tabel (0,462) dan nilai p-Valuenya (0,000) < nilai alpha (0,05) yang berarti berdasarkan hipotesa bahwa Ha diterima dan Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa ada  perbedaan pada perilaku seksual responden sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang sistem reproduksi yang dilakukan di SMK Bisnis dan Teknologi Bekasi tahun 2023. Dari hasil penelitian ini, diharapkan bagi seluruh remaja SMK Bisnis dan Teknologi Bekasi untuk dapat merubah perilaku lebih baik dan menjauhi lingkungan yang negatif.
Hubungan Antara Berat Badan Lahir dan Pola Asuh Orang Tua terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 3-5 Tahun di RW 01 Kelurahan Bintara Jaya Kota Bekasi Herliana, Lisa; Risdiana, Rani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.16147

Abstract

ABSTRACT Stunting is the most common nutritional problem among toddlers, a group particularly vulnerable to nutritional issues. One factor that contributes to stunting is birth weight. Poor parenting practices can also lead to stunting in children. The aim of this study is to determine the relationship between birth weight and parenting practices on the incidence of stunting in children aged 3-5 years in RW 01, Bintara Jaya Village, Bekasi City. This research uses a quasi-analytic method with a cross-sectional design. The sampling technique used is purposive sampling with a sample size of 115 respondents. Data collection is conducted using a questionnaire. Data analysis is performed with univariate and bivariate analyses using the chi-square test in the SPSS program. The results of the study indicate that there is a relationship between birth weight and parenting practices on the incidence of stunting, with a p-value for birth weight of 0.012 < ɑ (0.05) and a p-value for parenting practices of 0.001 < ɑ (0.05). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between birth weight and parenting practices on the incidence of stunting in children aged 3-5 years. Keywords: Birth Weight, Parenting Practices, Stunting Incidence  ABSTRAK Stunting adalah masalah gizi yang paling umum bagi balita, yang merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi. Salah satu faktor yang menyebabkan stunting adalah berat badan lahir. Pola asuh yang buruk juga dapat menyebabkan stunting pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui hubungan antara berat badan lahir dan pola asuh otang tua terhadap kejadian stunting pada anak usia 3-5 tahun di RW 01 Kelurahan Bintara Jaya Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan quasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel 115 responden. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara berat badan lahir dan pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting dengan nilai p-value berat badan lahir 0,012 < ɑ (0,05) dan pola asuh orang tua dengan nilai p-value 0,001 < ɑ (0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dan pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting pada anak usia 3-5 tahun. Kata Kunci: Berat Badan Lahir, Pola Asuh Orang Tua, Kejadian Stunting
Hubungan Tingkat Stress dengan Pola Tidur pada Anak Usia Sekolah Kelas 4 dan 5 yang Akan Melaksanakan Ujian Akhir Semester di MI Al Ikhlas Depok Bringgandini, Lusy; Risdiana, Rani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.16173

Abstract

ABSTRACT  Stress is the body's response to situations that cause emotional tension, pressure, changes, and others. Stress can also be caused by individual factors, psychological factors, and there are several types of psychological stressors such as frustration, conflict, and pressure. Students who are about to face final semester exams will certainly experience stress that affects their sleep patterns. To determine the relationship between stress levels and sleep patterns in 4th and 5th grade school children who will be taking final semester exams at MI Al-Ikhlas Depok. This study is a quasi-analytic type with a cross-sectional research design involving total sampling of 60 respondents from MI Al-Ikhlas Depok. Data were collected using questionnaires. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with chi-square test using SPSS software. The research found a p-value of 0.042, indicating a significant relationship between stress levels and sleep patterns in 4th and 5th grade school children who will be taking final semester exams. There is a significant relationship between stress levels and sleep patterns in 4th and 5th grade school children who will be taking final semester exams at MI Al-Ikhlas Depok. Students can create a well-regulated study and rest schedule to reduce stress and improve sleep quality when facing final semester exams. Keywords: Sleep Patterns, Academic Stress, Stress Levels  ABSTRAK Stress merupakan respon tubuh terhadap situasi yang menimbulkan ketegangan emosi, tekanan, perubahan dan lain-lain. Stress juga dapat disebabkan oleh faktor individu, psikologis, serta ada beberapa jenis stressor psikologis yaitu frustasi, konflik dan tekanan. Siswa yang akan menghadapi ujian semester akhir tentunya akan mengalami stress yang berpengaruh terhadap pola tidur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan pola tidur pada anak usia sekolah kelas 4 dan 5 yang akan melaksanakan ujian akhir semester di MI Al-Ikhlas Depok”. Jenis penelitian ini adalah quasi analitik dengan desain penelitian cross sectional dengan total sampling pada 60 responden MI Al-Ikhlas Depok, data diambil melalui kuesioner. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square program SPSS. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value sebesar 0,042 hal ini menunjukan  bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan pola tidur pada anak usia sekolah kelas 4 dan 5 yang akan melaksanakan ujian akhir semester. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya hubungan antara tingkat stress dengan pola tidur pada anak usia sekolah kelas 4 dan 5 yang akan melaksanakan ujian akhir semester di MI Al-Ikhlas Depok. Siswa/siswi dapat membuat jadwal belajar dan istirahat yang teratur dengan baik untuk mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur pada saat akan melaksanakan ujian akhir semester. Kata Kunci: Pola Tidur, Stress Akademik, Tingkat Stress
THE EFFECT OF AUDIOVISUAL DISTRACTION ON THE ANXIETY OF PRESCHOOL AGE CHILDREN RECEIVING NEBULIZER THERAPY IN BHAYANGKARA BRIMOB HOSPITAL Widari, Sylvia Elok; Risdiana, Rani
HEARTY Vol 13 No 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i6.16145

Abstract

Background: Anxiety felt during inhalation procedures can affect a child's psychosocial development and reduce the child's health status. The anxiety experienced by children who are given a nebulizer is indicated by signs and symptoms, namely the child becomes aggressive, angry, rebellious, does not know the staff and the hospital environment, which causes not all of the nebulizer medication given to be inhaled, thus affecting the dose of the drug and the healing process. Research Objective: To determine the effect of audiovisual distraction on anxiety in pre-school children who received nebulizer therapy at Bhayangkara Brimob Hospital Research Method: This research is quantitative research with the type of research used in this research being quasi experimental with a pre and post test research design without control group design. The research sample consisted of 62 respondents. The instrument in this research was to use a visual facial anxiety scale (VFAS) observation questionnaire sheet. Statistical analysis uses parametric analysis with Paired T-Test. Research Results: The average value of anxiety level before audiovisual distraction was 4.290 and after audiovisual distraction was 1.725. The results of the research revealed the value of Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.000 is smaller than <0.05 Conclusions and Suggestions: There is an influence of audiovisual distraction on the anxiety of pre-school aged children who received nebulizer therapy at Bhayangkara Brimob Hospital. Suggestions for hospital management to add TV facilities by showing cartoon films or children's songs so that children feel happy and reduce anxiety during nebulizer therapy
Pengaruh Penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) Terhadap Ruam Popok Pada Neonatus di Ruang Perinatologi RSUD Karawang Risdiana, Rani; Yulianti, Wiwin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19773

Abstract

ABSTRACT Diaper rash or diaper irritant dermatitis is a general term to describe acute inflammation of the area affected by diapers. WHO (World Health Organization) stated that the incidence of diaper rash in babies is 25% of the 6,840,507,000 babies born throughout the world in 2019. Management of diaper rash in neonates can be done non-pharmacologically, one of which is by using natural ingredients by administering VCO (Virgin Coconut Oil) or pure coconut oil. VCO contains natural moisturizers and medium chain saturated fatty acids so it easily penetrates the deep layers of the skin and keeps the skin soft and supple without negative side effects so it is safe to use for the skin of babies or neonates. VCO given or applied to the surface of the perianal skin will kill the bacteria or microorganisms that cause rashes so that the symptoms of diaper rash gradually improve. The results of a preliminary study conducted on 15 neonates being treated in the Perinatology room at Karawang Hospital, 11 of them experienced diaper rash with varying levels of severity. To determine the effect of using virgin coconut oil (VCO) on diaper rash in neonates in the Perinatology room at Karawang Hospital. The type of research used is quantitative research and the design used is Pre Experimental with one group pretest and post test design techniques. The sample size was calculated using statistical methods using the Slovin formula. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with the Wilcoxon test.  there is an effect of using virgin coconut oil (VCO) on the degree of diaper rash with a p value of 0.003 < α 0.05 with a value of Zhitung = --3.488b < Ztabel (0.05). The effect of using virgin coconut oil (VCO) on diaper rash in neonates in the Perinatology room at Karawang Hospital. It is known that there is a significant difference in the reduction in the degree of diaper rash in measurements before and after intervention. Keywords: Diaper Rash, VCO, Virgin Coconut Oil, Neonates.  ABSTRAK Ruam popok atau dermatitis iritan karena popok adalah istilah umum untuk menggambarkan inflamasi akut pada area yang terkena popok. WHO (World Health Organization) disebutkan bahwa angka kejadian diaper rash atau ruam popok pada bayi adalah 25% dari 6.840.507.000 bayi yang lahir diseluruh dunia pada tahun 2019. Penatalaksanaan ruam popok pada neonatus dapat dilakukan secara non farmakologi salahsatunya dengan memanfaatkan bahan alami dengan pemberian VCO (Virgin Coconut Oil) atau minyak kelapa murni. VCO mengandung pelembab alami dan asam lemak jenuh rantai sedang sehingga mudah menembus lapisan dalam kulit dan menjaga kulit tetap lembut dan kenyal tanpa efek samping negatif sehingga aman digunakan untuk kulit bayi atau neonatus. VCO yang diberikan atau dioleskan di permukaan kulit perianal akan membunuh bakteri atau mikroorganisme penyebab ruam sehingga gejala ruam popok berangsur membaik. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 15 neonatus yang sedang di rawat di ruang Perinatologi RSUD Karawang, 11 diantaranya mengalami ruam popok dengan tingkat keparahan yang berbeda – beda. Mengetahui pengaruh penggunaan virgin coconut oil (VCO) terhadap ruam popok pada Neonatus di ruang Perinatologi RSUD Karawang. jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dan desain yang digunakan yaitu Pre Eksperimental dengan teknik one group pretest and post test design. Penghitungan jumlah sampel dilakukan dengan metode statistik menggunakan formula slovin. Analisa data menggunakan analisa  univariat dan analisa bivariat dengan uji wilcoxon.  Adanya pengaruh penggunaan virgin coconut oil (VCO) terhadap derajat ruam popok dengan p value 0,003 < α 0,05 dengan nilai Zhitung = --3,488b < Ztabel (0,05). Adanya pengaruh penggunaan virgin coconut oil (VCO) terhadap ruam popok pada neonatus di ruang Perinatologi RSUD Karawang. Diketahui bahwa terdapat perbedaan yang bermakna dalam penurunan derajat ruam popok pada pengukuran sebelum dan sesudah intervensi.  Kata Kunci: Ruam Popok, VCO, Virgin Coconut Oil, Neonatus
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Pneumonia Pada Balita di RSUD Wamena Jayawijaya Bangsal Anak Risdiana, Rani; Putri, Erlian Ika Actrisia Devi Karunia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19830

Abstract

ABSTRACT Pneumonia is one of the leading causes of morbidity and mortality in toddlers, especially in areas with limited access to health care. Pneumonia is still a major cause of morbidity and mortality due to infection in infants and children in the world. In 2020, an estimated 19,000 children died from pneumonia. In 2020, pneumonia cases contributed to 740,180 (14%) cases of death in children under 5 years (toddlers). Various factors can contribute to the incidence of pneumonia, including immunization status, exposure to cigarette smoke, and the physical environment of the home. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design that has been carried out at Wamena Hospital with the number of samples required in this study as many as 55 people. The results of the study showed that incomplete immunization status had a significant relationship with an increased risk of pneumonia (p = 0.000). In addition, exposure to cigarette smoke in the home was also closely related to the incidence of pneumonia (p = 0.041). Physical environmental factors at home, such as poor ventilation and high density of housing, also contributed to an increased risk of pneumonia in toddlers (p = 0.038). The conclusion of this study is that incomplete immunization status, exposure to cigarette smoke in the home environment, and inadequate physical environmental conditions at home play a role in increasing the risk of pneumonia in toddlers.  Keywords: Pneumonia, Toddlers, Immunization, Cigarette Smoke, Home Physical Environment.  ABSTRAK Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita, terutama di daerah dengan akses kesehatan yang terbatas. Pneumonia masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas utama karena infeksi pada bayi dan anak di dunia. Pada tahun 2020 diperkirakan sekitar 19.000 anak meninggal dunia akibat pneumonia. Pada tahun 2020, kasus pneumonia menyumbang 740.180 ( 14 % ) kasus kematian anak dibawah 5 tahun ( Balita ). Berbagai faktor dapat berkontribusi terhadap kejadian pneumonia, termasuk status imunisasi, paparan asap rokok, dan kondisi lingkungan fisik rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional yang telah dilakukan di RSUD Wamena dengan jumlah sampel yang diperlukan dalam penelitian ini sebanyak 55 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status imunisasi yang tidak lengkap memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan risiko pneumonia (p=0,000). Selain itu, paparan asap rokok di dalam rumah juga berhubungan erat dengan kejadian pneumonia (p=0,041). Faktor lingkungan fisik rumah, seperti ventilasi yang buruk dan kepadatan hunian yang tinggi, turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko pneumonia pada balita (p=0,038). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa status imunisasi yang tidak lengkap, paparan asap rokok di lingkungan rumah, serta kondisi lingkungan fisik rumah yang kurang memadai berperan dalam meningkatkan risiko pneumonia pada balita. Kata Kunci: Pneumonia, Balita, Imunisasi, Asap Rokok, Lingkungan Fisik Rumah
Pengaruh Eduksi Perawatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Bayi di Ruang Perinatologi RSUD Karawang Saryati, Saryati; Risdiana, Rani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19772

Abstract

ABSTRACT Low Birth Weight (LBW) babies are babies whose birth weight is less than 2,500 grams. This condition occurs more often in twins or babies born prematurely. Babies with low birth weight (LBW) can have a severe impact on their growth and development. They are at greater risk of death, stunting and lower IQ than full-term babies. Babies with low birth weight require special care because they can cause various health problems due to unstable conditions. The impact of this condition will trigger anxiety for mothers who have babies with low birth weight which can be influenced by the mother's age, education and the number of children she has given birth to. Factors that influence the concerns of mothers who have low birth weight (LBW) babies include the mother's lack of knowledge about the condition and care given to her child, the atmosphere of the baby care room, the appearance of the baby and role conflict because the mother cannot interact with her baby intensely. One effort to increase the mother's knowledge of the baby in order to reduce the anxiety they feel is by providing education. To determine the effect of LBW care education on the anxiety level of mothers who have LBW babies in the Perinatology room at Karawang Regional Hospital. The type of research used is quantitative research with Pre-Experimental research methods using One Group Pretest-Posttest Design. The instrument used was a pre- and post-education questionnaire using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) anxiety scale. The sampling technique used in this research is Non Probability Sampling with an Incidental Sampling approach. The data collection tool uses a questionnaire sheet and data analysis uses the Paired Sample T-Test.  There is an influence of providing education on caring for LBW babies on the anxiety level of mothers who have LBW babies in the Perinatology room at Karawang District Hospital with a p-value of 0.030. From the results of research that has been carried out, it is known that there is a significant effect of providing education on the anxiety level of mothers who have LBW babies in the Perinatology Room at Karawang Regional Hospital. It is known that there is a difference between the anxiety level of the baby's mother before and after being given the educational intervention. Keywords: LBW, Anxiety and Health Education.    ABSTRAK Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang berat lahirnya kurang dari 2.500 gram. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi kembar atau bayi yang lahir secara prematur. Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) dapat memberikan dampak yang parah terhadap tumbuh kembangnya. Mereka berisiko lebih besar mengalami kematian, stunting, dan IQ lebih rendah dibandingkan bayi cukup bulan. Bayi dengan berat badan lahir rendah memerlukan perawatan khusus karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan akibat kondisi yang tidak stabil. Dampak dari kondisi tersebut akan memicu kecemasan ibu yang memiliki bayi dengan berat badan rendah yang dapat dipengaruhi oleh usia ibu, pendidikan, dan jumlah anak yang pernah dilahirkannya. Faktor yang mempengaruhi kekhawatiran ibu yang mempunyai bayi berat lahir rendah (BBLR) antara lain adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang kondisi dan perawatan yang diberikan kepada anaknya, suasana ruang perawatan bayi, penampilan dari buah hati dan konflik peran karena ibu tidak dapat berinteraksi dengan bayinya secara intens. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu bayi agar dapat mengurangi kecemasan yang dirasakan adalah dengan memberikan edukasi. Untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan BBLR terhadap tingkat kecemasan ibu yang memiliki bayi BBLR di ruang Perinatologi RSUD Karawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Pre-Eksperimental menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pre dan post edukasi menggunakan skala kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Non Probability Sampling dengan pendekatan Insidental Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisa data menggunakan Uji Paired Sample T-Test. adanya pengaruh pemberian edukasi perawatan bayi BBLR terhadap tingkat kecemasan ibu yang memiliki bayi BBLR di ruang Perinatologi RSUD Karawang dengan nilai p-value 0,030. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan diketahuiadanya pengaruh yang bermakna dari pemberian edukasi terhadap tingkat kecemasan ibu yang memiliki bayi BBLR di Ruang Perinatologi RSUD Karawang. Diketahui bahwa ada perbedaan antara tingkat kecemasan ibu bayi sebelum dan sesudah diberikan intervensi pemberian edukasi.  Kata Kunci: BBLR, Kecemasan dan Edukasi Kesehatan
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat pada Anak Usia 1-5 Tahun Dengan TB On Oat di RSUD Tamansari Risdiana, Rani; Suhartini, Eka
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20158

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is an infectious disease that has an impact on the physical, psychological, and social health of sufferers, including children. The success of TB treatment in children aged 1-5 years is highly dependent on compliance in taking Anti-Tuberculosis Drugs (OAT), but this compliance is still a challenge in long-term treatment. To analyze the factors that influence medication adherence in children aged 1-5 years with TB undergoing OAT pulmonary therapy at RSUD Tamansari. In this study, the design used was a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach with 40 respondents. The sample used was parents of toddler patients aged 1-5 years with a diagnosis of Pulmonary TB who were undergoing an OAT treatment program at RSUD Tamansari. Data collection using a questionnaire instrument and analyzed using the chi-square test. The calculation of the number of samples can be done using the statistical method using the Slovin formula. The statistical test method uses univariate and bivariate tests. The results of this study indicate that pulmonary tuberculosis patients have medication adherence with the knowledge variable of 25 respondents (62.5%) having good knowledge. The results of the statistical test show a value of ρ = 0.00 so that Ha is accepted and H0 is rejected, which means that there is a significant relationship between the level of parental knowledge and adherence in taking OAT. A total of 26 respondents (65%) have supportive family support. The results of the statistical test showed a value of ρ = 0.019, so Ha was accepted and H0 was rejected, which means there is a significant relationship between family support and compliance in taking, as many as 25 respondents (62.5%) considered access to services easily accessible. The results of the statistical test showed a value of ρ = 0.035, so Ha was accepted and H0 was rejected, which means there is a significant relationship between access to health services and compliance in taking OAT. As many as 26 respondents (65%) said the role of health workers was good. The results of the statistical test showed a value of ρ = 0.019 so Ha was accepted and H0 was rejected, which means there is a significant relationship between the role of health workers and compliance in taking OAT. In this study, no relationship was found between the variables of age, gender, and parental education on compliance in taking OAT medication in children aged 1-5 years at Tamansari Hospital. From the results of the research that has been carried out, it is known that there is an influence of the relationship between parental knowledge, family support, access to health services, and the role of health workers with compliance with taking lung medication at Tamansari Hospital. Keywords: Factors of Compliance with Taking OAT Medication, Childhood Tuberculosis.ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan kehidupan sosial penderitanya, termasuk anak-anak. Keberhasilan pengobatan TB pada anak usia 1-5 tahun sangat bergantung pada kepatuhan dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT), namun kepatuhan ini masih menjadi tantangan dalam pengobatan jangka panjang. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada anak usia 1-5 tahun dengan TB yang menjalani terapi pengobatan paru OAT di RSUD Tamansari. Dalam penelitian ini desain yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan 40 responden.. Sampel yang digunakan adalah Orangtua pasien balita usia anak 1-5 tahun dengan diagnosa TB Paru yang sedang mendapatkan program pengobatan OAT di RSUD Tamansari. Pengumpulan data dengan instrumen kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Penghitungan jumlah sampel bisa dilakukan dengan metode statistik menggunakan formula Slovin.  Metode uji statistik  menggunakan uji univariat dan uji bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita tuberkulosis paru memiliki kepatuhan minum obat dengan variabel pengetahuan sebanyak 25 responden (62,5%) memiliki pengetahuan yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,00 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan dalam minum OAT. Sebanyak 26 responden  (65%) memiliki dukungan keluarga yang mendukung. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,019, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berartiterdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan dalam minum, sebanyak 25 responden(62.5%) menilai akses pelayanan dengan mudah dijangkau. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,035, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan dalam minum OAT. Sebanyak 26 responden  (65%) mengatakan peran petugas kesehatan baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,019 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan dalam minum OAT. Pada penelitian ini, tidak ditemukan hubungan antara variabel usia, jenis kelamin, dan  pendidikan orangtua terhadap kepatuhan minum obat OAT pada anak usia 1-5 tahun di RSUD Tamansari. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan diketahui adanya pengaruh  hubungan pengetahuan orangtua, hubungan dukungan keluarga, hubungan akses pelayanan kesehatan, dan hubungan peran petugas  kesehatan dengan  Kepatuhan minum obat paru di RSUD Tamansari Kata Kunci: Faktor-Faktor Kepatuhan Minum Obat OAT, Tuberkulosis Anak.