ABSTRACT The funding crisis has become a structural challenge that increasingly threatens the sustainability of Private Higher Education Institutions (PHEIs) in Indonesia. In addition to their heavy dependence on tuition-based revenue, many PHEIs face limited access to alternative funding sources, particularly through industry collaboration and international grants. This article aims to systematically examine the factors contributing to the weak industrial networks and limited access to international grants as major constraints in PHEI funding. This study employs a literature review approach by analyzing scholarly journals, policy reports, and donor institution documents published between 2014 and 2024. The analysis is conducted using thematic analysis to identify patterns of structural barriers, institutional capacity issues, and their implications for the sustainability of PHEIs. The findings indicate that weak institutional capacity, poor quality of external networks, limited human resources, and suboptimal government policies in promoting PHEI–industry collaboration are the dominant factors restricting PHEIs’ access to alternative funding sources. These conditions increase the risk of closure for small and medium-sized PHEIs and exacerbate disparities in quality among higher education institutions. This article recommends strengthening institutional capacity within PHEIs, providing affirmative policy support from the government, and developing programs to enhance PHEIs’ readiness in accessing international grants as strategic measures to ensure the sustainability of private higher education in Indonesia. ABSTRAK Krisis pendanaan merupakan persoalan struktural yang semakin mengancam keberlanjutan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia. Selain ketergantungan yang tinggi terhadap pendapatan berbasis Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), banyak PTS menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber pendanaan alternatif, khususnya melalui kerja sama industri dan hibah luar negeri. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis faktor-faktor yang menyebabkan minimnya jaringan industri dan akses hibah internasional sebagai hambatan utama dalam pendanaan PTS. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (library research) dengan menelaah jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dan dokumen lembaga donor yang terbit dalam rentang 2014–2024. Analisis dilakukan melalui teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola hambatan struktural, kapasitas kelembagaan, dan implikasinya terhadap keberlangsungan PTS. Hasil kajian menunjukkan bahwa lemahnya kapasitas kelembagaan, rendahnya kualitas jejaring eksternal, keterbatasan sumber daya manusia, serta belum optimalnya kebijakan pemerintah dalam mendorong kolaborasi PTS–industri menjadi faktor dominan yang membatasi akses PTS terhadap pendanaan alternatif. Kondisi ini berimplikasi pada meningkatnya risiko penutupan PTS kecil dan menengah serta memperlebar ketimpangan mutu antar perguruan tinggi. Artikel ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan PTS, dukungan kebijakan afirmatif dari pemerintah, serta pengembangan program peningkatan kesiapan PTS dalam mengakses hibah luar negeri sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan pendidikan tinggi swasta di Indonesia.
Copyrights © 2025