Pengendalian kualitas proses untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan, sehingga penting bagi perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk agar dapat meningkatkan kualitas produk secara optimal. Penelitian pada PT XYZ yang memproduksi Kecap mengalami reject terhadap total keseluruhan produksi melebihi target yakni 0,66% dibandingkan target perusahaan 0,50%.Tujuan penelitian ini mengidentifikasi dan mengatasi penyebab utama cacat yang paling sering ditemui selama proses produksi. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui total reject terbesar terdapat pada jenis reject Organoleptik yakni sebanyak 78.600 kg, kemudian jenis reject terbesar selanjutnya adalah reject gosong sebanyak 58.800 kg, selanjutnya jenis reject kontaminasi sebanyak 56.815 kg, dan terakhir ada pada jenis reject divert sebanyak 50.560 kg. Berdasarkan Diagram Pareto diketahui bahwa jenis reject tertinggi yakni reject Organoleptik berkontribusi sebesar 32% dari total keseluruhan defect. Banyaknya faktor penyebab pada Fishbone Diagram, diperlukan pembatasan pembahasan pada faktor yang paling dominan menggunakan penilaian bobot CTQ. Diketahui faktor-faktor penyebab dengan nilai CTQ tertinggi yakni 1) Steam error akibat dari gasketnya yang sudah terkikis akibat dari pemakaian 2) Agitator yang mengalami error berupa trip yang diakibatkan oleh roda gigi yang sudah aus/patah 3) Belum adanya standar operasional resmi untuk pengoperasian Steam. Analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) menunjukkan bahwa Steam yang error akibat gasket yang sudah terkikis memiliki Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 216. Sebagai solusi, diusulkan mengganti gasket karet EPDM dengan gasket berbahan PTFE (Polytetrafluoroethylene). PTFE memiliki beberapa keunggulan dibandingkan gasket karet EPDM seperti ketahanan terhadap suhu tinggi, ketahanan terhadap korosi, ketahanan terhadap tekanan tinggi serta memiliki daya tahan yang lebih lama.
Copyrights © 2025