Kemandirian kelompok tani dan tingkat adopsi inovasi teknologi pertanian di tingkat petani masih tergolong rendah di berbagai wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian pada kelompok tani padi serta mengevaluasi peran penyuluh sebagai motivator, edukator, fasilitator, inovator, dan pelaksana monitoring di Desa Moncobalang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara mendalam. Data yang diperoleh diolah menggunakan bantuan skala Likert untuk menggambarkan kecenderungan persepsi dan sikap anggota kelompok tani. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan telah mencakup penyampaian informasi teknis budidaya padi, pengendalian hama penyakit, serta penggunaan pupuk yang tepat. Peran penyuluh sebagai motivator memperoleh skor tertinggi (2,74), diikuti peran monitoring (2,57), edukator (2,54), fasilitator (2,46), dan inovator (2,09). Temuan ini menunjukkan bahwa peran penyuluh secara umum telah berjalan efektif, namun peran sebagai inovator masih memerlukan penguatan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan inovasi dan teknologi, serta penguatan kelembagaan kelompok tani agar lebih adaptif terhadap dinamika pertanian modern.
Copyrights © 2025