Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Kelembagaan dalam Pengelolaan Daerah Irigasi Kampili Menurut Perspektif Keberlanjutan Secara Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Jumiati, Jumiati; Rumallang, Ardi; Akbar, Akbar; Molla, Saleh
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.41645

Abstract

Penelitian ini didasari adanya bangunan irigasi yang rusak, dan penyadapan air yang mengindikasikan bahwa Daerah Irigasi Kampili tidak berkelanjutan, maka perlu dilakukan penelitian untuk dapat dijadikan dasar dalam menilai pengelolaan irigasi dengan menggunakan kinerja kelembagaan dan konsep keberlanjutan. Kelembagaan merupakan aturan main yang diterapkan di dalam lembaga untuk mengatur pengelolaan Irigasi. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kinerja kelembagaan irigasi dan keberlanjutan pengelolaan irigasi pada Daerah Irigasi Kampili. Analisis data untuk penilaian keberlanjutan dilakukan kepada petani sebagai pengguna sistem irigasi. Evaluasi menggunakan Indeks Penilaian Kinerja Sistem Irigasi dengan kriteria kinerja: kinerja sangat baik  = 80 – 100, kinerja baik  = 70 – 79, kinerja kurang =  55 – 69, perlu perhatian = < 55  dengan menggunakan rumus keberlanjutan Nilai Total (N) = Nilai Sosial (NS) + Nilai Ekonomi (NE) + Nilai Lingkungan (NL) dengan syarat keberlanjutan jika: N≥70  dan NS + NE + NL ≥70 (N/1x70). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa lembaga yang terlibat dalam pengelolaan Daerah Irigasi Kampili.  Aspek sosial dengan nilai kinerja 81,33 dengan kategori sangat baik , keberlanjutan irigasi pada aspek ekonomi dengan nilai kinerja 74,73 dengan kategori baik dan keberlanjutan irigasi pada aspek lingkungan dengan nilai kinerja 75,33 dengan kategori baik. Secara simultan daerah Irigasi Kampili berkelanjutan dilihat dari nilai N > dari 70, akan tetapi secara parsial dilihat untuk wilayah hilir tidak berkelanjutan dimana nilai N < dari 70  yaitu 65,73.
Keberlanjutan Kelembagaan Sistem Integrasi Tanaman Padi-Ternak Sapi: Studi Kasus pada Kelompok Tani Terang-Terang Lira, Jumiati; Purwanto, Moh. Yanuar Jarwadi; Yani, Moh.; Molla, Saleh; Akbar, Akbar
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): Februari, 2024
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jsep.v20i1.32285

Abstract

The objectives of this paper are 1. Identifying the integrated farming system 2. Interconnection of Resources (R), Organization (O), and Norms (N) in supporting the sustainability of crop-livestock integration activities; and 3. Knowing the implementation of institutional sustainability strategies in the Terang-terang Farmers Group. This research is qualitative research with a case study approach to the Terang-terang Farmer Group in Popo Village, South Galesong District, Takalar Regency, South Sulawesi Province using a qualitative descriptive analysis method. The integrated farming system managed by the Terang-terang Farmer group by processing livestock waste into biogas and bio-slurry is utilized as household input and rice plants. Plant waste in the form of straw is used as green and processed animal feed; 2. Resources (R) managed in the form of human resources as many as 25 people, a land area of 13.5 hectares, a total of 55 cattle, a biogas reactor with a capacity of 6 tons, agricultural machinery, namely planting tools, tractors, harvesting machines. There is an organizational structure and there is a division of tasks between individuals working, the norms applied are unwritten rules because there are no written rules. The division of tasks is based on beliefs and customs, no written sanctions are given if there are violations in the group; and 3. The sustainability framework of the Terang-terang Farmer Group is based on reflective strategies and can still be developed with interactive strategies. The integrated agricultural system managed by the Terang-Terang Farmers Group is by processing cattle waste into biogas and solid and liquid bioslurry which is then used as household input and rice plants, plant waste in the form of straw is used as green animal feed, and processed feed; 2. Resources (R) managed in the form of human resources of 25 people, land area of 13.5 hectares, number of cattle of 55 heads, biogas reactor with a capacity of 6 tons, agricultural machinery namely planting tools, tractors, harvesting machines and other equipment are available. quite supportive of integration activities. There is an organizational structure and there is a division of tasks between each individual in the work, the norms that are applied are still unwritten rules and there are no written rules yet. The division of tasks is based on beliefs and customs, no written sanctions have been given if there are violations in the group, the system for sharing results has not been written; and 3. The sustainability framework of the Terang-Terang Farmers Group is based on a reflective strategy and can still be developed using an interactive strategy.
STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA PETANI PADI HIBRIDA DAN INBRIDA DI DESA MAMAMPANG KECAMATAN TOMBOLOPAO KABUPATEN GOWA Hakki, Muawidul; Molla, Saleh; Nadir, Nadir; Amruddin, Amruddin
Jurnal Sains Agribisnis Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v4i1.1354

Abstract

Masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah dan bekerja sebagai petani padi menghadapi berbagai bahaya dalam mempertahankan perusahaan pertanian mereka. Risiko-risiko ini mencakup keterbatasan dalam hal ketersediaan lahan, sehingga menyulitkan pengembangan usaha pertanian mereka. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengkaji strategi penghidupan keluarga petani yang menanam dan membudidayakan padi hibrida dan padi nbrida di Desa Mamampang. Jenis penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa peserta mengikuti strategi untuk meningkatkan sumber pendapatan mereka dengan meningkatkan penggunaan sumber daya eksternal, seperti tenaga kerja dan teknologi, dan mendiversifikasi tanaman yang mereka tanam (dengan menggunakan benih yang lebih baik dan memperluas areal budidaya). Serta Mata pencaharian utama di Desa Mamampang adalah bertani padi, dengan jumlah pekerja sebanyak 10 orang. Penduduk yang tersisa terlibat dalam hortikultura, pekerjaan konstruksi, peternakan, jenis usaha lainnya, atau bekerja di berbagai sektor.
EFEKTIVITAS PROGRAM KARTU TANI DI DESA BALASSUKA KECAMATAN TOMBOLOPAO KABUPATEN GOWA Ani, Ahri; Molla, Saleh; Nadir, Nadir
Jurnal Sains Agribisnis Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v4i2.1361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program kartu tani di Desa Balassuka Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Metode pengambilan sampel ini dilakukan adalah simple random sampling, dikatakan sederhana karena anggota dipilih secara acak dari populasi tanpa mempertimbangkan strata populasi. Jumlah sampel yang diambil adalah 10% dari populasi dengan jumlah petani sebanyak 425 orang, sehingga jumlah sampel secara keseluruhan sebanyak 42 orang. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dan teknik analisis data yang digunakan adalah skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program kartu tani di Desa Balassuka belum berjalan dengan baik sehingga termasuk dalam kategori kurang efektif. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi yaitu tingkat pengetahuan petani yang masih awam dengan teknologi baru serta keterlambatan pengumpulan data petani.
Development Strategy of Farmer Group Institution in Rice Farming in Takalar Jumiati; Hamzah, Ismayanti; Nadir; Akbar; Molla, Saleh
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 01 (2025): VOLUME 05, NOMOR 01, JUNI 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i01.897

Abstract

Farmer group institutions play an essential role in community life because they allow farmers to work together to solve problems such as the fulfillment of agricultural inputs, cultivation, and marketing of farm products. This study aimed to identify internal and external factors affecting institutional development in rice farming and formulate development strategies to strengthen the institution and maximize its role in rice farming. The data analysis used in this research is qualitative descriptive with SWOT. Internal factors that become strengths are strategic land location, quality agricultural products, financial management carried out optimally, trained and experienced farmer group members and means of sales promotion. Internal factors that become weaknesses are the low responsibility of farmer group members, limited capital, incomplete agricultural production facilities, and direct sales of farm products to intermediary traders/intermediaries. External factors that become opportunities are government assistance, counseling from agricultural institutions, technological developments, population, and good relations with communities that support farmer group activities. Threat factors are erratic weather, unsafe environment, government programs that are still project-based, and weak program coordination between institutions. Alternative strategies that can be carried out in developing farmer groups are increasing the quantity and ability of farmer group members by participating in training activities to the fullest and utilizing land use, increasing agricultural production facilities through government assistance, and maintaining good relations with the dynamics of extension groups and organizations, maximizing the potential or experience possessed by farmer group members in improving coordination between institutions, and maximizing the role of agricultural extension.  
Analysis of Marketing Performance: A Case Study of Rice Marketing at Usaha Dagang Hardianti, Pinrang Regency Mutlak, Fuji Dariani; Saleh, Muh. Ikmal; Molla, Saleh; Nadir
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 01 (2025): VOLUME 05, NOMOR 01, JUNI 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i01.914

Abstract

This study is intended to analyze the influence of product quality, selling price, distribution location, and marketing strategies on the marketing performance of rice at Usaha Dagang Hardianti in Pinrang Regency. The approach used is quantitative, employing multiple linear regression analysis. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation studies, and were analyzed using validity and reliability tests, t-test, F-test, and the coefficient of determination (R²). The findings indicate that only the distribution location and selling price variables have a significant effect on marketing performance, with significance values of 0.025 and 0.041 respectively—both below the 0.05 threshold. In contrast, the product quality and promotional strategy variables do not show significant influence, with significance values of 0.892 and 0.275 respectively (>0.05). The coefficient of determination (R²) reveals that the independent variables account for only 22.3% of the variation in marketing performance, while the remaining 77.7% is influenced by other factors outside the model. These findings highlight that competitive pricing and distribution efficiency play a more dominant role in enhancing marketing performance than product quality or promotional efforts. Therefore, business actors are advised to prioritize the implementation of competitive pricing strategies and optimal distribution systems to strengthen the market competitiveness of their rice products.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI KENTANG VARIETAS GRANOLA L (SOLANUM TUBEROSUM) DI DESA ERELEMBANG KECAMATAN TOMBOLOPAO KABUPATEN GOWA ,, Asdar; Husain, Nailah; Rumallang, Ardi; Molla, Saleh; Halil, Abdul
AgriMu Vol. 2 No. 2 (2022): AgriMu Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v2i2.8278

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani kentang danmengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani kentang Varietas GranolaL di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh petani kentang yang ada di DesaErelembang. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 32 orang dengan mengambil 10 %dari jumlah populasi 320 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik Random Samplingatau teknik acak sederhana. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dananalisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan petani kentang varietas granola L didesa Erelembang kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa sebesar Rp 76.184.551,00 permusim tanam per hektar dan Secara simultan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatanpetani kentang varietas granola L yaitu: pupuk, luas lahan, produksi dan tenaga kerja.Sedangkan secara parsial variabel luas lahan, produksi dan tenaga kerja berpengaruh terhadappendapatan petani kentang varietas granola L. Sedangkan variabel pupuk tidak berpengaruhnyata terhadap pendapatan petani kentang.Kata Kunci: Pendapatan, pupuk, luas lahan, produksi dan tenaga kerja
The Role of Social Capital in Clove Marketing: A Case Study of Rural South Sulawesi jumiati, jumiati; nadir, nadir; Akbar, Akbar; Rumallang, Ardi; Molla, Saleh; Fitri, ika
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the clove marketing channels and the role of social capital in supporting the marketing process in Mamampang Village, Tombolopao Sub-district, Gowa Regency. Adopting a qualitative case study design, data were collected from clove farmers, collecting traders, and large traders through in-depth interviews. The results show two main marketing channels: (1) farmers sell wet cloves to intermediary traders who then pass the product to large traders and industries, and (2) farmers sell dried cloves directly to large traders to obtain higher prices and greater market control. Social capital plays a strategic role in the selection and effectiveness of these marketing channels. Elements such as trust, reciprocal relationships, and adherence to social norms enable capital borrowing without collateral, promote knowledge exchange, and ensure compliance with informal agreements. Strong community values, particularly gotong royong and solidarity, reinforce the resilience and adaptability of clove marketing systems. The integration of social and digital networks also enhances market information access and supports sustainable marketing practices. These findings underscore the importance of strengthening social capital as a means to improve farmers' welfare, increase market efficiency, and build sustainable agricultural marketing frameworks.
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI PADI DI DESA MONCOBALANG KECAMATAN BAROMBONG KABUPATEN GOWA Sakir, Zulkifli; Molla, Saleh; Rumallang, Ardi
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.2037

Abstract

Kemandirian kelompok tani dan tingkat adopsi inovasi teknologi pertanian di tingkat petani masih tergolong rendah di berbagai wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian pada kelompok tani padi serta mengevaluasi peran penyuluh sebagai motivator, edukator, fasilitator, inovator, dan pelaksana monitoring di Desa Moncobalang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara mendalam. Data yang diperoleh diolah menggunakan bantuan skala Likert untuk menggambarkan kecenderungan persepsi dan sikap anggota kelompok tani. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan telah mencakup penyampaian informasi teknis budidaya padi, pengendalian hama penyakit, serta penggunaan pupuk yang tepat. Peran penyuluh sebagai motivator memperoleh skor tertinggi (2,74), diikuti peran monitoring (2,57), edukator (2,54), fasilitator (2,46), dan inovator (2,09). Temuan ini menunjukkan bahwa peran penyuluh secara umum telah berjalan efektif, namun peran sebagai inovator masih memerlukan penguatan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan inovasi dan teknologi, serta penguatan kelembagaan kelompok tani agar lebih adaptif terhadap dinamika pertanian modern.
Analisis Kelayakan Usahatani Padi Petani Urban di kelurahan Bangkala Kecamatan Manggala Molla, Saleh; Nurdin, Nurdin
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 22 NO 02 2023 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.22.02.395-408

Abstract

Every business that carried out is expected to be sustainable. Businesses in the agricultural sector can continue if they can provide benefits to the management. The sustainability of a business in the agricultural sector can be seen in social economics and ecological sustainability. Economic sustainability can be seen in terms of economic feasibility, for example, being able to generate profit or income. While social sustainability is indicated by the existence of cooperation and the ability to minimize completeness among stakeholders, especially among fellow farming actors, while an  Ecological sustainability farming business occurs when there is an effort among farming actors to conserve land and apply organic farming. This study aims to determine the feasibility of urban rice farming in Bangkala Village, Manggala District, Makassar City. Respondentd were chosen purposively sampling technique. While the data was analyzed  by using B/C ratio. The results of the analysis of the B/C ratio obtained were 0.72, meaning that rice farming for urban farmers in the Bangkala sub-district, Manggala District, from an economic point of view, was no longer feasible or not  longer profitable. Therefore farmers have to look for other sources of income such as becoming construction workers, sellers, or starting a business, so the government needs to intervene to provide training to build the skills needed by farmers.