Shift kerja banyak diterapkan dalam industri minyak dan gas untuk menjaga kontinuitas operasional selama 24 jam; namun, sistem ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara shift kerja, stres kerja, dan kelelahan kerja pada pekerja industri minyak dan gas melalui tinjauan literatur sistematis. Pencarian literatur dilakukan menggunakan database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar untuk publikasi tahun 2020–2025 dengan kata kunci “shift work,” “stress,” “fatigue,” dan “oil and gas industry.” Pemilihan studi mengikuti pedoman PRISMA, menghasilkan 21 artikel relevan untuk dianalisis secara deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa shift kerja—terutama shift malam dan jam kerja panjang—berkaitan erat dengan peningkatan stres dan kelelahan pada pekerja. Faktor seperti beban kerja berlebih, dukungan manajemen yang terbatas, gangguan ritme sirkadian, dan budaya keselamatan yang lemah turut meningkatkan risiko kesalahan manusia dan kecelakaan kerja. Penerapan Fatigue Risk Management System (FRMS), penjadwalan ergonomis, waktu istirahat yang cukup, serta penguatan budaya keselamatan terbukti efektif dalam mengurangi kelelahan dan meningkatkan kinerja. Tinjauan ini menekankan pentingnya integrasi strategi keselamatan dan kesehatan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, menurunkan risiko kecelakaan, dan meningkatkan produktivitas dalam sektor minyak dan gas. Kata kunci: kerja shift; stres kerja; kelelahan; keselamatan kerja; industri minyak dan gas
Copyrights © 2025