Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN DI KANTOR KEMENTRIAN AGAMA KOTA DUMAI Fitri, Rahmi Pramulia; Nurlaili, Nurlaili; Suryani, Suryani; Asnel, Roza
Zona Kebidanan: Program Studi Kebidanan Universitas Batam Vol 12 No 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/zkeb.v12i1.816

Abstract

Job stress is defined as a situation in the form of pressure or demands faced by individuals in their work so that they can cause psychological or physical problems. Workload, age, years of service, sex are the factors that cause work stress. Based on a preliminary survey that was conducted at Kantor Kementrian Agama Kota Dumai about the work stress of 6 employees, 4 people experienced work stress and 2 people did not experience work stress. This purpose is to determine the factors associated with job stress. This type of research is a quantitative study using a cross sectional approach. This research was conducted at Kantor Kementrian Agama Kota Dumai with a population of 53 respondents and all respondents were sampled. The research measurement tool is a questionnaire. Then univariate and bivariate analyzed using the chi square test. The results showed that the factors related to work stress were workload (P value = 0,049 < 0,05), gender (P value = 0,028 < 0,05). Meanwhile, those that are not related to work stress are years of service and age. The conclusion of.this.study is that the factors associated with work stress are workload and gender. It.is.recommended to employees to reduce excessive workload.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru Nainggolan, Anita Ester; Asnel, Roza; Kirana, Desi Nindya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat menurut undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang bencana terbagi menjadi tiga faktor yaitu alam, nonalam, manusia. (Nugraha et al., 2020). Salah satu bencana yang diakibatkan faktor manusia adalah bencana kebakaran (Damkar et al., 2024). Untuk mengidentifikasi kesiapan sumber daya manusia terhadap kinerja petugas pemadam kebakaran. Untuk mengidentifikasi peran infrastruktur dan peralatan dalam penanganan kebakaran. Metode literature review yang akan digunakan yaitu metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses). PRISMA adalah serangkaian evidence based minimum berbasis bukti yang bertujuan membantu penulis melaporkan beragam tinjauan sistematis dan metaanalisis yang menilai manfaat. Hasil telaah literatur menyimpulkan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor fundamental dalam menentukan kinerja petugas pemadam kebakaran. Telaah literatur terhadap peran insfrastruktur dan peralatan dalam penanganan kebakaran menyimpulkan bahwa kinerja petugas pemadam kebakaran sangat bergantung pada dukungan infrastruktur dan peralatan. Kemajuan teknologi serta kelengkapan sarana menjadi penentu efektivitas dan efisiensi kerja di lapangan.
KERJA SHIFT, STRES, DAN KELELAHAN KERJA PADA INDUSTRI MIGAS Wulandari, Cahya; Asnel, Roza
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4104

Abstract

Shift kerja banyak diterapkan dalam industri minyak dan gas untuk menjaga kontinuitas operasional selama 24 jam; namun, sistem ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara shift kerja, stres kerja, dan kelelahan kerja pada pekerja industri minyak dan gas melalui tinjauan literatur sistematis. Pencarian literatur dilakukan menggunakan database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar untuk publikasi tahun 2020–2025 dengan kata kunci “shift work,” “stress,” “fatigue,” dan “oil and gas industry.” Pemilihan studi mengikuti pedoman PRISMA, menghasilkan 21 artikel relevan untuk dianalisis secara deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa shift kerja—terutama shift malam dan jam kerja panjang—berkaitan erat dengan peningkatan stres dan kelelahan pada pekerja. Faktor seperti beban kerja berlebih, dukungan manajemen yang terbatas, gangguan ritme sirkadian, dan budaya keselamatan yang lemah turut meningkatkan risiko kesalahan manusia dan kecelakaan kerja. Penerapan Fatigue Risk Management System (FRMS), penjadwalan ergonomis, waktu istirahat yang cukup, serta penguatan budaya keselamatan terbukti efektif dalam mengurangi kelelahan dan meningkatkan kinerja. Tinjauan ini menekankan pentingnya integrasi strategi keselamatan dan kesehatan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, menurunkan risiko kecelakaan, dan meningkatkan produktivitas dalam sektor minyak dan gas. Kata kunci: kerja shift; stres kerja; kelelahan; keselamatan kerja; industri minyak dan gas