Limbah daun nanas merupakan limbah pertanian yang masih sering dibuang atau dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Padahal, limbah daun nanas memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan limbah daun nanas terhadap peningkatan pengetahuan ibu, perubahan perilaku pengelolaan sampah organik, serta hubungan antara pengetahuan dan perilaku pengelolaan sampah organik di Desa Rimbo Panjang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 49 ibu yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Perolehan data dilakukan dengan kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan ibu tentang pemanfaatan limbah daun nanas. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan ditelaah menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan dari 49 responden, 25 ibu memiliki pengetahuan baik tentang pemanfaatan limbah daun nanas, dengan 5 orang (16,7%) memperlihatkan perilaku pengelolaan sampah organik yang negatif. Sementara itu, dari 13 ibu yang memiliki pengetahuan kurang, hanya 6 orang (31,6%) yang menunjukkan perilaku pencegahan yang positif. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dan perilaku pengelolaan sampah organik dengan p-value 0,000. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengetahuan ibu berperan penting dalam membentuk perilaku pengelolaan sampah organik.
Copyrights © 2025