Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan penduduk di Kota Bitung mengalami perubahan, peningkatan serta penurunan, sehingga penting untuk menjamin bahwa layanan kesehatan di yang tersedia Kota Bitung mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Hal ini mencakup aspek ketersediaan, kapasitas dan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spasial dan deskriptif kuantitatif. Metode spasial mencakup teknik analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbour Analysis) dan buffering dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pola sebaran dari fasilitas kesehatan serta jangkauan pelayanan fasilitas kesehatan di Kota Bitung. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menghitung kebutuhan fasilitas kesehatan yang ada hingga tahun 2044 dan untuk metode spasial digunakan untuk menjelaskan hasil dari analisis spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola persebaran fasilitas kesehatan di Kota Bitung adalah cenderung mengelompok (clustered). Untuk setiap kecamatan sudah memiliki layanan kesehatan walaupun tidak tersebar secara merata. Dalam hal keterjangkauan, Kecamatan Ranowulu, Lembeh Selatan dan Lembeh Utara adalah Kecamatn yang paling tidak terlayani oleh fasilitas kesehatan, sebaliknya Kecamatan Matuari, Girian, Maesa, Madidir dan Aertembaga adalah Kecamatan yang paling terlayani oleh fasilitas kesehatan.
Copyrights © 2025