This study was motivated by the need to develop an observation sheet for assessing the independence of fourth-grade elementary school students based on teachers’ input and assessment needs. The study aimed to examine the quality of the developed instrument, including: (1) the level of theoretical validity of the observation sheet questionnaire to measure student independence; (2) the level of empirical validity through item analysis; (3) the reliability level of the developed questionnaire; and (4) the practicality level of the instrument based on teachers’ assessments. This research employed a development research approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) with a descriptive quantitative method. The results indicated that the developed instrument met the feasibility criteria. Theoretically, the instrument demonstrated valid to very valid criteria, with an average construction validity score of 4.50. Empirically, the expanded trial involving 75 students showed that 24 items were valid. The reliability level of the instrument was very high, as indicated by a coefficient of 0.83. Furthermore, the practicality assessment by the homeroom teacher classified the instrument as practical to very practical, with the highest score of 5.00 in the suitability aspect. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan lembar observasi kemandirian siswa kelas IV sekolah dasar yang disusun berdasarkan masukan dan kebutuhan guru dalam melakukan penilaian sikap kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas instrumen yang dikembangkan, meliputi: (1) tingkat validitas teoretis angket lembar observasi untuk mengukur kemandirian siswa kelas IV; (2) tingkat validitas empiris instrumen melalui analisis butir pernyataan; (3) tingkat reliabilitas instrumen angket yang dikembangkan; dan (4) tingkat kepraktisan instrumen berdasarkan penilaian guru. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menerapkan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan. Secara teoretis, instrumen memiliki tingkat validitas pada kategori valid hingga sangat valid dengan skor rata-rata aspek konstruksi sebesar 4,50. Secara empiris, hasil uji coba diperluas terhadap 75 siswa menunjukkan bahwa sebanyak 24 butir pernyataan dinyatakan valid. Tingkat reliabilitas instrumen tergolong sangat tinggi dengan koefisien sebesar 0,83. Selain itu, hasil penilaian kepraktisan oleh guru wali kelas menunjukkan bahwa instrumen berada pada kategori praktis hingga sangat praktis, dengan skor tertinggi 5,00 pada aspek kesesuaian.
Copyrights © 2026