HIV/AIDS merupakan penyakit kronis yang berdampak multidimensi, tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis dan sosial. Anak-anak yang hidup dengan HIV/AIDS sering menghadapi tantangan serius dalam regulasi emosi, yang dapat termanifestasi dalam bentuk agresi, tantrum, dan ledakan emosi lainnya. Faktor biologis dan psikososial, seperti stigma, diskriminasi, serta kehilangan orang tua, turut memperburuk kondisi ini. Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur terkait kesulitan regulasi emosi pada anak dengan HIV/AIDS, dengan fokus pada manifestasi agresi dan tantrum serta pentingnya dukungan psikososial. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis sejumlah penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan psikososial yang menyeluruh dari keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan komunitas sangat penting dalam membantu anak mengembangkan kemampuan regulasi emosi yang lebih adaptif
Copyrights © 2025