Dalam era digital di mana viralitas menjadi mata uang utama pemasaran, mekanisme pengawasan kualitas dalam industri kuliner telah bergeser dari audit internal tertutup menjadi audit eksternal terbuka oleh pelanggan dan influencer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis kualitas dan reputasi yang dialami oleh PIK Baking House (Ci Mehong) selama periode viral tahun 2025, dengan menerapkan metode Seven Basic Tools of Quality. Menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-method), data kualitatif dari ulasan video viral (Tasyi Athasyia dan Shely Che) serta komentar publik dikonversi menjadi data kuantitatif melalui Check Sheet. Analisis Diagram Pareto mengungkapkan bahwa 75% dari total krisis disebabkan oleh dua faktor dominan: kegagalan sanitasi (kontaminasi fisik) dan respon manajemen yang defensif. Analisis Diagram Sebab-Akibat (Fishbone) mengidentifikasi akar masalah pada faktor lingkungan dapur yang tidak higienis dan ketiadaan standar prosedur operasional (SOP) dalam pengemasan. Selain itu, Histogram kualitas tekstur menunjukkan pola distribusi bi-modal yang mengindikasikan ketidakstabilan proses produksi yang ekstrem. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan penanganan keluhan menciptakan fenomena Double Deviation, dan merekomendasikan integrasi analisis sentimen media sosial sebagai instrumen audit kualitas yang setara dengan inspeksi internal untuk pemulihan reputasi berkelanjutan.
Copyrights © 2026