Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dengan tujuan meningkatkan status gizi serta konsentrasi belajar siswa; namun demikian, implementasinya di Kota Sukabumi masih menghadapi permasalahan ketimpangan distribusi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi disparitas distribusi sebagai dasar perumusan kebijakan yang berbasis data. Metode yang digunakan adalah data mining dengan pendekatan Knowledge Discovery in Databases (KDD) dan algoritma K-Means clustering, melalui analisis data jumlah siswa, porsi makanan, frekuensi distribusi, serta tingkat aksesibilitas sekolah. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya tiga klaster tingkat penerimaan program, yaitu tinggi, sedang, dan rendah, yang mengindikasikan adanya konsentrasi distribusi di wilayah perkotaan pusat serta keterbatasan akses di daerah pinggiran. Temuan ini menunjukkan bahwa data mining merupakan alat yang efektif dalam mendukung distribusi program MBG yang lebih merata, tepat sasaran, dan berdampak signifikan.
Copyrights © 2026