Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu thawing terhadap kualitas spermatozoa beku sapi Simental produksi Balai Pengembangan Teknologi dan Sumber Daya Tuah Sakato (BPTSD) Payakumbuh. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan waktu thawing, yaitu 15 detik (P1), 30 detik (P2), dan 45 detik (P3) pada suhu 38°C, masing-masing dengan enam ulangan. Variabel yang diamati meliputi motilitas individu, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa pasca-thawing. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa waktu thawing berpengaruh nyata (P0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan thawing 30 detik (P2) menghasilkan motilitas tertinggi (56,00 ± 3,16%), viabilitas tertinggi (70,40 ± 3,01%), dan abnormalitas terendah (13,20 ± 1,87%) dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Waktu thawing 30 detik memberikan kondisi optimal bagi proses pencairan semen secara sempurna tanpa menimbulkan stres osmotik maupun termal, sehingga dapat mempertahankan integritas membran plasma, fungsi mitokondria, dan morfologi spermatozoa. Dengan demikian, durasi thawing selama 30 detik pada suhu 38°C direkomendasikan sebagai kondisi terbaik untuk menjaga kualitas spermatozoa beku sapi Simental produksi BPTSD Payakumbuh dan mendukung keberhasilan program inseminasi buatan di lapangan.
Copyrights © 2025