Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidakseimbangan produktivitas antara alat muat dan alat angkut yang berpotensi menghambat pencapaian target ritase pengangkutan batubara di PT Kumala Bahtera Utama. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis keserasian operasional antara Wheel Loader Volvo L350H dan Double Trailer Renault K500 dalam mencapai target produksi, dengan mengukur produktivitas, waktu edar (cycle time), dan faktor keserasian (match factor). Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan observasi lapangan langsung selama 20 hari untuk mengumpulkan data primer berupa produktivitas, cycle time, dan kondisi operasional, yang selanjutnya dianalisis menggunakan perhitungan produktivitas dan match factor. Hasil menunjukkan ketidakseimbangan kerja dengan nilai match factor 1,58, yang menyebabkan waktu tunggu pada alat angkut dan menurunkan efisiensi produksi sebesar 28,5% dari target perusahaan. Solusi yang direkomendasikan adalah penambahan satu unit wheel loader standby untuk mencapai match factor ideal mendekati 1,0, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional hingga 35% dan mengurangi biaya idle time alat angkut. Kontribusi utama penelitian ini adalah penyediaan model optimasi keserasian alat berbasis data empiris yang dapat diaplikasikan pada operasi pengangkutan batubara dengan karakteristik jarak tempuh panjang dan kondisi jalan berkerikil.
Copyrights © 2025