Dalam praktikum bidang kuliner, kebersihan dan kesehatan memiliki peran sangat besar. Oleh sebab itu, dari 60 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Sanitasi dan Higiene dari Prodi Pendidikan Tata Boga divisampel menggunakan kuesioner, direview dengan hasil bahwa kebanyakan mahasiswa memahami akan pentingnya kebersihan dan keamanan makanan. Namun, masih ada sebagian yang belum disiplin atau rutin dalam mempraktikannya. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa 72% mahasiswa memiliki kategori sangat baik, sedangkan 28% cukup baik. Hal tersebut berbeda tingkatannya antara mahasiswa yang memang telah melewati mata kuliah tersebut.Untuk menilai seberapa besar pengaruh pemahaman tersebut terhadap penerapan perilaku sanitasi dan higiene, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei serta analisis regresi linier sederhana. Dari hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,742, yang berarti terdapat hubungan positif dan kuat antara pemahaman mengenai sanitasi dan higiene dengan perilaku kebersihan saat praktik. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,476 menunjukkan bahwa sebesar 47,6% variasi perilaku penerapan sanitasi dan higiene mahasiswa dapat dijelaskan oleh tingkat pemahaman mereka terhadap mata kuliah tersebut, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Selain itu, hasil uji signifikansi dengan nilai p 0,05 memperkuat bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat signifikan secara statistik. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin baik pemahaman mahasiswa terhadap materi Sanitasi dan Higiene, maka semakin tinggi pula tingkat penerapan perilaku kebersihan dan keamanan pangan selama mereka melaksanakan praktik di laboratorium pengolahan makanan.
Copyrights © 2025