Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep civic resilience (ketahanan kewarganegaraan) pada kaum disabilitas dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Civic resilience dipahami sebagai kemampuan warga negara untuk menghadapi tantangan sosial, politik, dan budaya, serta berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan berbangsa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini mengkaji teori kewargaan inklusif, ketahanan sosial, dan pendidikan karakter sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan civic resilience pada kaum disabilitas di Bangka Belitung masih menghadapi berbagai hambatan struktural, seperti terbatasnya akses pendidikan, rendahnya partisipasi publik, dan adanya stereotip sosial yang membatasi ruang gerak mereka. Pendidikan Kewarganegaraan memainkan peran yang sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran kritis, empati sosial, serta keterampilan advokasi bagi warga disabilitas, agar mereka dapat berpartisipasi secara setara dalam kehidupan masyarakat. Kesimpulannya, civic resilience pada kaum disabilitas dapat diperkuat melalui kurikulum kewarganegaraan yang inklusif dan praktik pendidikan yang berfokus pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, serta partisipasi demokratis. Kata kunci: Civic Resilience, Pendidikan Kewarganegaraan, Kaum Disabilitas
Copyrights © 2025