Borobudur sebagai ikon pariwisata budaya Indonesia dan World Heritage Site UNESCO ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP) dalam RPJMN 2020–2024. Berada di antara Pegunungan Menoreh dan Gunung Merapi, kawasan ini rentan terhadap gempa bumi, tanah longsor, dan paparan abu vulkanik. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan wisata yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga berbasis mitigasi risiko dan pemberdayaan masyarakat lokal. Penelitian ini menelaah Kajian Risiko Bencana Kawasan Wisata Borobudur (2020) dan Rencana Penanggulangan Bencana KSPN Borobudur 2022–2027 untuk menganalisis integrasi strategi mitigasi dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan geowisata tangguh dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen dan spasial dengan overlay indeks bahaya, kerentanan, dan kapasitas mengacu pada Perka BNPB No. 2 Tahun 2012. Hasil menunjukkan sebagian besar destinasi memiliki risiko sedang hingga tinggi, terutama di lereng Menoreh. Upaya mitigasi telah dilakukan namun belum terintegrasi sepenuhnya dan minim pelibatan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem peringatan dini, pelatihan kesiapsiagaan, serta pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Wisata Tangguh Bencana untuk mewujudkan geowisata Borobudur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025