Penelitian ini mengkaji pengaruh indikator pendidikan dan kesehatan terhadap garis kemiskinan di wilayah Jawa Timur dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi. Temuan menunjukkan bahwa kualitas pendidikan yang tercermin melalui harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta kualitas kesehatan yang diukur melalui umur harapan hidup, memiliki keterkaitan yang berarti terhadap perubahan garis kemiskinan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berperan dalam menjelaskan variasi tingkat kesejahteraan masyarakat. Namun, terdapat dinamika yang tidak sepenuhnya seragam secara parsial, terutama pada hubungan antara indikator pendidikan dan kenaikan garis kemiskinan yang mengindikasikan peningkatan standar hidup serta biaya minimum yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Hasil penelitian ini menegaskan urgensi peningkatan pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan sebagai strategi fundamental dalam pengurangan kemiskinan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025