Ikan kerapu merupakan komoditas budidaya laut yang menonjol dengan nilai ekonomi tinggi, khususnya di Bali sebagai pusat produksi ekspor utama. Namun, keberlanjutan budidaya kerapu sering terancam oleh penyakit menular, terutama megalocytivirus, yang dapat menyebabkan kematian massal pada populasi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status infeksi dan distribusi geografis megalocytivirus pada ikan kerapu budidaya di Bali. Sampel ikan dikumpulkan dari tambak budidaya di Kabupaten Buleleng dan dianalisis melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Bali. Selain itu, parameter kualitas air termasuk suhu, pH, oksigen terlarut (DO), salinitas, nitrit, nitrat, amonia, dan fosfat diukur untuk mendukung analisis. Hasil menunjukkan bahwa semua sampel yang diuji negatif terhadap infeksi megalocytivirus, dengan kondisi air tetap sesuai untuk budidaya kerapu. Temuan ini menunjukkan status ikan kerapu yang relatif sehat di Bali. Meskipun demikian, pemantauan rutin dan langkah-langkah biosekuriti yang ketat sangat penting untuk mencegah potensi wabah di masa mendatang.
Copyrights © 2025